Berita

Ada Kabar Bos Besar Petinggi Babel Di Belakang ViZ, Karyawan Berdoa: Semoga Berani Melindungi Rakyat, Bukan Melindungi Acung Si Owner ViZ

461
×

Ada Kabar Bos Besar Petinggi Babel Di Belakang ViZ, Karyawan Berdoa: Semoga Berani Melindungi Rakyat, Bukan Melindungi Acung Si Owner ViZ

Sebarkan artikel ini

Foto hanyalah ilustrasi. (Ist)

Editor: Bangdoi Ahada
PANGKALPINANG, Berita5.co.id Ada pepatah lama yang bilang, air itu sumber kehidupan.

Tapi bagi 130-an karyawan perusahaan air minum kemasan merek ViZ, air rupanya juga bisa menjadi sumber kesabaran tingkat dewa.

Bayangkan, sepuluh tahun bekerja di perusahaan air minum, tapi yang mengalir bukan kesejahteraan, melainkan janji yang menguap seperti embun pagi.

Sepuluh tahun bukan waktu yang pendek. Itu sudah cukup lama untuk menamatkan sekolah dasar, menanam pohon kelapa sampai berbuah, bahkan cukup untuk menghafal lirik lagu dangdut dari era kaset sampai Spotify.

Namun bagi karyawan ViZ, sepuluh tahun itu dihabiskan untuk menunggu sesuatu yang seharusnya sederhana: gaji sesuai aturan, BPJS, cuti, dan THR.

Empat hal yang kalau diibaratkan menu warung makan, ini bukan lauk mewah. Ini nasi putihnya.

Ironisnya, perusahaan yang menjual air kemasan justru membuat nasib karyawannya terasa seperti sumur bor yang pompanya rusak.

Sang owner memdapatkan cuan yang mengalir deras, tapi entah kenapa susah keluar untuk mensejahterahkan karyawan.

“Entahlah Bang, sebenarnya lah lama kami melaporkan nasib kami ini ke media, ke pemerintah daerah, tapi tidak ada yang mau membantu kami. Alhamdulillah, teman-teman di Radak Babel yang mau mengangkat keluhan kami ini,” ujar Simpul bukan nama sebenarnya, karyawan ViZ yang sudah bekerja 8 tahun ini.

Baru dalam satu pekan terakhir, setelah keluhan para pekerja bocor ke publik, suasana mulai terasa seperti film drama keluarga yang akhirnya mempertemukan semua pihak di ruang tamu.

Disnaker Kota Pangkalpinang pun turun tangan. Kepala Disnaker Amrah Sakti bahkan membentuk tim khusus.

Ini langkah yang patut diapresiasi, karena biasanya yang “khusus” di negeri ini hanya diskon tanggal kembar di marketplace.

Hasil temuan Disnaker sendiri cukup bikin alis naik. Dari sekitar 135 pekerja, hanya segelintir yang upahnya sesuai UMP.

Sisanya? Masih diduga jauh dari kata layak. Status kerja pun beragam seperti menu prasmanan: ada PKWT, harian lepas, dan sedikit PKWTT yang jumlahnya bisa dihitung dengan jari sambil ngemil kerupuk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!