Berita

Direktur ViZ Akhirnya Keluarkan Pernyataan Resmi: Siap Memenuhi Hak-Hak Karyawan Sesuai Rekom Disnaker Kota

151
×

Direktur ViZ Akhirnya Keluarkan Pernyataan Resmi: Siap Memenuhi Hak-Hak Karyawan Sesuai Rekom Disnaker Kota

Sebarkan artikel ini

Di sinilah publik mulai menautkan persoalan ini dengan figur owner PT Citra Golden Tunggal, Acung, yang selama ini dikenal sebagai sosok di balik operasional ViZ di Pangkalpinang.

Bayang-Bayang Owner

Nama Acung, selaku owner PT Citra Golden Tunggal, tak bisa dilepaskan dari dinamika internal perusahaan.

Meski surat klarifikasi ditandatangani Direktur Zamzami, publik mempertanyakan sejauh mana keputusan strategis, termasuk kebijakan terkait kesejahteraan karyawan, ditentukan di level manajemen operasional atau oleh pemilik perusahaan.

Sejumlah sumber menyebutkan bahwa keputusan-keputusan penting di perusahaan sangat terpusat.

Jika benar demikian, maka komitmen perbaikan bukan hanya menjadi tanggung jawab direktur, melainkan juga pemilik usaha.

Apalagi, brand ViZ selama ini memasarkan produknya sebagai produk lokal yang tumbuh bersama masyarakat Bangka Belitung.

Citra tersebut tentu berseberangan dengan narasi keluhan karyawan yang merasa hak-haknya belum terpenuhi secara layak.

Menanti Realisasi, Bukan Hanya Komitmen

Dalam suratnya, manajemen berjanji akan berkoordinasi dan berada di bawah arahan Disnaker Kota Pangkalpinang dalam melakukan pembenahan.

Janji ini kini menjadi sorotan publik. Apakah perbaikan akan benar-benar terealisasi secara konkret? Ataukah komitmen ini sekadar langkah meredam tekanan media dan opini publik?

Disnaker memiliki peran kunci untuk memastikan rekomendasi tidak berhenti di atas kertas. Jika ditemukan pelanggaran normatif yang serius dan tidak segera diperbaiki, konsekuensi hukum dapat menanti.

Bagi para karyawan, persoalan ini bukan sekadar polemik pemberitaan. Ini menyangkut kepastian penghasilan, jaminan sosial, dan martabat kerja.

Bagi manajemen dan owner PT Citra Golden Tunggal, kasus ini menjadi ujian reputasi, apakah ViZ akan dikenal sebagai perusahaan lokal yang berbenah dan patuh hukum, atau justru menjadi contoh bagaimana hak pekerja kerap dinegosiasikan atas nama “kemampuan perusahaan”.

Satu hal yang pasti, publik kini mengawasi. Dan dalam dunia usaha modern, transparansi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. (Radak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *