Berita

Baznas Bangka Barat: Sinergi Zakat Harapan Ratusan Anak Yatim dan Duafa di Kecamatan Kelapa

92
×

Baznas Bangka Barat: Sinergi Zakat Harapan Ratusan Anak Yatim dan Duafa di Kecamatan Kelapa

Sebarkan artikel ini

Menurutnya, ketika masyarakat saling berbagi melalui zakat, infak dan sedekah, yang terbangun bukan hanya kesejahteraan ekonomi, tetapi juga ikatan sosial yang memperkuat kehidupan bersama.

Ratusan Warga Merasakan Manfaat Gerakan Zakat

Dalam kegiatan santunan Ramadhan tersebut, bantuan diberikan kepada lebih dari seratus penerima manfaat dari berbagai kalangan masyarakat kurang mampu di Kecamatan Kelapa.

Rinciannya antara lain:

IPSM Kecamatan Kelapa menyalurkan santunan kepada 60 penerima

Baznas Bangka Barat memberikan santunan kepada 20 penerima

PT Thep turut menyalurkan 55 paket sembako

Di balik angka-angka tersebut, terdapat kisah kehidupan yang sering kali tidak terlihat dalam laporan pembangunan.

Seorang perempuan paruh baya, Siti Aminah (52), datang bersama cucunya yang telah lama kehilangan ayah. Dengan tangan yang sedikit gemetar, ia memegang bingkisan bantuan yang baru saja diterimanya.

“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada Bapak Wakil Bupati H. Yus Derahman dan semua pihak yang telah membantu kami. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, terutama di bulan Ramadhan seperti sekarang,” katanya dengan suara pelan.

Di sudut lain ruangan, seorang anak yatim terlihat memegang amplop santunan sambil tersenyum malu-malu. Ia mengatakan ingin terus sekolah agar suatu hari bisa membantu keluarganya.

Cerita-cerita kecil seperti itu sering kali tidak tercatat dalam laporan resmi pembangunan.

Namun justru di situlah letak makna sosial sebuah gerakan zakat.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Kelapa, Heru, menyampaikan bahwa wilayah Kelapa selama ini dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial masyarakat.

Menurutnya, kegiatan santunan seperti ini menunjukkan bahwa kekuatan masyarakat tidak hanya terletak pada pembangunan fisik, tetapi juga pada semangat gotong royong.

“Di Kecamatan Kelapa secara data memang banyak masyarakat yang aktif dalam kegiatan sosial. Ketika saya masih bertugas di Kecamatan Jebus, kami juga pernah mengajak masyarakat untuk bekerja secara sosial melalui donasi guna membantu warga yang kurang mampu,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan santunan ini dapat menjadi inspirasi bagi kecamatan lain di Kabupaten Bangka Barat.

“Kami berharap kegiatan ini bisa diperluas pengaruh dan pelayanannya ke kecamatan lain di Bangka Barat, sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari gerakan sosial seperti ini,” katanya.

Menjelang akhir acara, doa bersama dipanjatkan. Suara doa menggema pelan di dalam Gedung Serba Guna Kelapa, mengiringi harapan agar setiap kebaikan yang dilakukan menjadi amal ibadah yang diterima oleh Allah SWT.

Di luar gedung, matahari Ramadhan mulai condong ke barat.

Anak-anak pulang membawa bingkisan kecil di tangan mereka. Sebagian tersenyum, sebagian lagi memeluk amplop santunan dengan hati-hati.

Bagi sebagian orang, kegiatan santunan ini mungkin tampak sederhana.

Namun bagi masyarakat yang hadir pada siang Ramadhan itu di Kecamatan Kelapa, kegiatan tersebut adalah sesuatu yang lebih dari sekadar bantuan.

Ia adalah tanda bahwa kepedulian sosial masih hidup.

Di Bangka Barat, cahaya kepedulian itu terus menyala melalui gerakan zakat, infak, dan sedekah yang digerakkan oleh Baznas Bangka Barat bersama masyarakat. Sebuah ikhtiar kolektif untuk menjaga nilai kemanusiaan tetap hidup di tengah perubahan zaman. (b5)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!