Berita

10 Ton Timah Lolos Diselundupkan dari Tuing: Lalai ataukah 86??

273
×

10 Ton Timah Lolos Diselundupkan dari Tuing: Lalai ataukah 86??

Sebarkan artikel ini

Foto hanyalah ilustrasi pelengkap berita. (Ist)

 

Editor: Bangdoi Ahada

BANGKA, Berita5.co.id – Senin (23/2/2026) malam, sekitar pukul 21.00 WIB, suasana perairan Dusun Tuing, Desa Mapur, Kecamatan Riau Silip, terlihat seperti biasa.

Gelap, sunyi, dan jauh dari sorotan publik. Namun di balik pekatnya malam, sekitar 10 ton pasir timah diduga meluncur meninggalkan pantai utara Bangka melalui jalur laut tanpa hambatan berarti.

Informasi yang dihimpun redaksi menyebutkan, pengiriman berlangsung relatif lancar.

Tidak ada pengejaran. Tidak ada penyitaan. Tidak ada penahanan di tempat.

Padahal wilayah perairan utara Bangka selama ini diklaim berada dalam pengawasan aparat gabungan: Satgas, unsur Kepolisian, hingga patroli laut TNI Angkatan Laut.

Seorang pria yang mengaku sebagai tukang pikul di lokasi memilih berbicara dengan syarat anonim. Ia mengaku hanya bagian kecil dari rantai distribusi.

“Barang sudah lolos, bang. Kami hanya kerja angkut. Soal pengamanan atau tidak, kami tidak tahu. Yang jelas malam itu berangkat.” ujarnya.

Pernyataan itu terdengar sederhana. Tetapi justru di situlah letak persoalannya, bagaimana mungkin 10 ton komoditas tambang strategis dapat bergerak dari darat ke laut tanpa terdeteksi atau dicegah?

Sumber lain menyebut aparat sebenarnya menerima informasi. Namun, respons dinilai terlambat.

“Tau nggak, penyelundupan di Tuing, jam 8 tadi malam bang. Sayangnya, pas kami nyampai lokasi, barang buktinya sudah berlayar. Infonya 10 ton dan pemilik sedang kita dalami.”

Alasan klasik, terlambat tiba di lokasi.

Namun publik pantas bertanya, apakah benar murni keterlambatan? Atau ada celah koordinasi yang sengaja dibiarkan?

Sumber tersebut bahkan menduga adanya indikasi “86” di lapangan oleh oknum aparat sampingan.

Istilah yang dalam praktik lapangan kerap dimaknai sebagai kompromi diam-diam agar aktivitas ilegal dapat berjalan tanpa gangguan.

Jika dugaan ini benar, maka persoalannya bukan lagi sekadar kecolongan. Ini soal integritas pengawasan.

Pola Lama yang Terulang

Praktik penyelundupan timah di Bangka Belitung bukan cerita baru.

Jalur tikus laut, pengiriman malam hari, penggunaan kapal kecil sebagai pengangkut awal sebelum berpindah ke kapal lebih besar di tengah laut, semuanya merupakan pola lama yang terus berulang.

Yang berubah hanya jumlah tonase dan nama pelaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!