Penulis: Dana
Editor: Bangdoi Ahada
BELITUNGTIMUR, Berita5.co.id — Ratusan penambang rakyat bersama keluarga mereka memadati Kantor Unit PT Timah di Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, Jumat (7/8/2026).
Aksi itu bukan sekadar unjuk rasa biasa, melainkan luapan kekecewaan atas mandeknya penyerapan hasil tambang masyarakat yang kini menumpuk tanpa kepastian pembeli.
Sejak pagi, massa terus berdatangan hingga memenuhi halaman kantor PT Timah. Mereka membawa satu tuntutan utama, PT Timah harus segera membeli hasil tambang rakyat yang kini sulit dipasarkan.
Bagi para penambang, persoalan ini telah berkembang menjadi ancaman terhadap keberlangsungan ekonomi keluarga yang bergantung pada sektor pertimahan.
Kehadiran para ibu rumah tangga dalam aksi tersebut memperlihatkan bahwa persoalan ini tidak lagi hanya menyangkut aktivitas penambangan, tetapi telah menyentuh dapur masyarakat.
Pendapatan keluarga terancam terhenti karena bijih timah yang telah diproduksi tidak dapat dijual.
Menurut para penambang, kebijakan pembelian dengan harga minimal Rp170 ribu per kilogram untuk kadar Sn 72 justru memicu persoalan baru.
Banyak kolektor dan penampung disebut tidak lagi mampu menyediakan modal untuk membeli hasil tambang masyarakat sesuai harga tersebut.
Akibatnya, rantai perdagangan timah rakyat lumpuh. Bijih timah menumpuk di tangan penambang, sementara aktivitas ekonomi di kawasan tambang ikut tersendat.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, kesulitan menjual timah telah berlangsung beberapa hari terakhir.
Bahkan sejumlah penambang mengaku harus mencari pembeli hingga ke Kecamatan Damar dengan harapan hasil tambang mereka dapat terserap.












