TEMPILANG, Berita5.co.id — Di teras rumah kayu yang tua dan kini tak lagi utuh, tumpukan bantuan berdiri seperti benteng kecil yang mencoba menahan derasnya duka.
Karung-karung besar, plastik merah yang mengembung berisi pakaian, selimut tebal, kasur gulung, hingga kotak bertuliskan “Bantuan Peralatan Foodware Kemensos” tersusun di atas lantai semen yang retak.
Warna merah, putih, dan coklat berpadu seperti serpih-serpih harapan yang dikumpulkan kembali oleh tangan-tangan yang peduli.
Gambaran itu adalah potret faktual dari pagi Jumat (21/11/2025) di Desa Sangku, Kecamatan Tempilang, ketika Pemerintah Kabupaten Bangka Barat menyerahkan bantuan darurat untuk Nenek Siti (78) seorang perempuan tua yang sehari sebelumnya kehilangan hampir seluruh isi hidupnya dalam kobaran api.
Bantuan diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Bangka Barat H. Yusderahman, didampingi oleh Camat Tempilang Rusian, S.K.M., M.H., Kapolsek Tempilang Ipda M. Deni Irawan, S.H., Tagana Kecamatan Tempilang, serta perangkat Desa Sangku.
Kedatangan rombongan pemerintah itu bukan sekadar penyaluran logistik, tetapi sebuah isyarat bahwa di tengah kesedihan yang membungkus keluarga itu, ada bahu yang siap dipinjamkan.
“Tetap bersabar menerima musibah ini. Gunakan bantuan sebaik-baiknya sambil menunggu langkah pemerintah daerah selanjutnya,” ujar Wakil Bupati Yusderahman dengan nada pelan namun hangat, seolah mencoba menjahit kembali ketabahan di dada sang nenek.
Di sampingnya, Nenek Siti berdiri pelan, tubuhnya yang ringkih tertahan oleh tongkat kayu.
Matanya berkaca-kaca, dan ketika ia mengusap sudut matanya, kristal bening jatuh perlahan di pipi yang dipenuhi garis-garis usia.
“Terima kasih… kepada pemerintah, TNI/Polri, desa, dan masyarakat yang banyak membantu kami,” ucapnya, lirih namun penuh ketulusan.
Sebuah kalimat sederhana, namun terasa berat seolah di dalamnya ada seluruh rasa syukur bercampur sedih yang belum mampu ia uraikan.
Kebakaran hebat itu terjadi pada Kamis, 20 November 2025, sekitar pukul 17.30–18.30 WIB.
Hanya dalam satu jam, rumah semi permanen milik Nenek Siti dilalap api hingga menyisakan puing hitam dan bau kayu terbakar.
Api yang dipicu korsleting listrik merambat cepat, menjilat papan kayu yang sudah dimakan usia.
Tujuh penghuni rumah itu, empat perempuan dan tiga laki-laki, hanya sempat menyelamatkan diri, tanpa mampu menoleh pada harta benda yang selama puluhan tahun mereka kumpulkan.
Uang tunai, pakaian, dokumen penting, hingga kendaraan ikut hangus. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Yang tersisa hanyalah rangka rumah yang gosong, tanah yang menghitam, dan sebuah keluarga yang duduk di samping puing-puing seperti baru saja kehilangan sebuah dunia.
Bantuan yang diberikan pemerintah mencakup kebutuhan permakanan, perlengkapan keluarga, hingga logistik pendukung masa darurat:
Permakanan
21 paket makanan siap saji
21 paket lauk pauk siap saji
2 paket makanan anak
Perlengkapan Keluarga
1 paket Family Kit
Peralatan Evakuasi
1 lembar tenda gulung












