PANGKALPINANG, BERITA5.CO.ID – Muatan tertutup terpal rapat dan perlakuan berbeda saat keluar dari pelabuhan menjadi dua kejanggalan yang menyelimuti truk BE 8895 AMT di Pelabuhan Pangkal Balam, Pangkalpinang, Rabu (30/9/2026).
Kendaraan yang turun dari KMP Menumbing Raya itu diduga membawa pasir timah dari Belitung.
KMP Menumbing Raya diketahui berangkat dari Belitung pada Selasa (29/9/2026) sekitar pukul 18.00 WIB dan tiba di Pelabuhan Pangkal Balam sekitar pukul 11.00 WIB, Rabu.
Saat proses bongkar berlangsung, terdapat sejumlah kendaraan yang diturunkan, termasuk tiga unit truk. Dua di antaranya diketahui membawa peralatan Ponton Isap Produksi (PIP). Sementara satu truk lainnya, BE 8895 AMT, justru menarik perhatian.
Menurut sumber di lapangan, truk tersebut tertutup terpal rapat dan terlihat membawa muatan berat. Informasi yang beredar di sekitar pelabuhan menyebut muatan itu diduga pasir timah.
“Yang dua truk PIP terlihat jelas peralatannya. Kalau yang BE 8895 AMT tertutup terpal rapat dan muatannya berat. Informasinya pasir timah,” kata sumber buruh pelabuhan yang mengaku melihat langsung proses bongkaran.
Keluar Pelabuhan, Hilang Jejak
Kejanggalan tidak berhenti pada jenis muatan. Sumber tersebut menyebut BE 8895 AMT mendapatkan pengawalan setelah keluar dari area pelabuhan. Bahkan, terdapat sosok yang disebut mengenakan seragam aparat.
Perlakuan tersebut berbeda dengan dua truk pembawa peralatan PIP yang terlihat melintas dan berada di area umum pelabuhan.
Setelah melewati pintu keluar Pelabuhan Pangkal Balam, keberadaan truk BE 8895 AMT kemudian sulit dilacak.
Sejumlah wartawan yang berupaya mengikuti pergerakan kendaraan tersebut disebut kehilangan jejak tidak jauh dari kawasan pelabuhan.
“Keluar pelabuhan langsung sulit dilacak. Kami coba ikuti, tetapi tiba-tiba sudah tidak terlihat,” ujar sumber lainnya.
Situasi inilah yang kemudian memunculkan pertanyaan, ke mana truk tersebut membawa muatannya dan apakah seluruh dokumen asal-usul pasir timah telah diperiksa?












