Penulis: Belva Al Akhab, Satrio dan Tim
BANGKA BARAT, Berita5.co.id – Sejak matahari belum terlalu tinggi, halaman Gedung Majapahit PT TIMAH di Mentok mulai dipenuhi masyarakat. Ada yang mengenakan seragam kerja, ada pula ibu rumah tangga yang datang bersama suami, bahkan beberapa warga lanjut usia tampak duduk menunggu giliran. Tidak ada pesta mewah, tidak pula gemerlap hiburan. Yang terlihat justru wajah-wajah penuh kepedulian, rela menyumbangkan setetes darah demi memberi harapan hidup bagi orang lain.
Pemandangan itu menjadi warna berbeda dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 PT TIMAH (Persero) Tbk, Sabtu (1/8/2026). Di usia emasnya, perusahaan memilih merayakan perjalanan panjangnya dengan menghadirkan manfaat yang dapat langsung dirasakan masyarakat.
Mengusung tema “Timah untuk Rakyat”, PT TIMAH menggelar Bulan Bakti melalui tiga kegiatan utama, yakni donor darah, khitanan massal, dan pemeriksaan kesehatan gratis. Seluruh kegiatan dipusatkan di kawasan operasional perusahaan di Mentok, dengan donor darah dilaksanakan di Wisma Majapahit, khitanan massal di Wisma Sriwijaya, serta pemeriksaan kesehatan gratis di Wisma Nusantara.
Poster kegiatan yang tersebar beberapa hari sebelumnya menjadi undangan terbuka bagi masyarakat. Tak sedikit warga yang datang sejak pagi setelah mengetahui informasi tersebut. Mereka bukan sekadar ingin mengikuti kegiatan, tetapi ingin menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan yang diinisiasi perusahaan.
Di ruang donor darah, satu per satu peserta menjalani pemeriksaan tekanan darah, kadar hemoglobin, hingga konsultasi singkat bersama tenaga kesehatan sebelum diperbolehkan mendonorkan darah.
Di sudut ruangan, petugas Palang Merah Indonesia (PMI) terlihat sigap melayani para pendonor. Kantong-kantong darah mulai memenuhi meja penyimpanan. Setiap kantong yang terkumpul menjadi harapan baru bagi pasien yang membutuhkan transfusi.
PT TIMAH menargetkan 100 kantong darah dalam kegiatan tersebut.
Target itu bukan sekadar angka. Di baliknya ada kebutuhan nyata rumah sakit yang setiap hari harus melayani pasien operasi, korban kecelakaan, ibu yang mengalami perdarahan saat melahirkan, hingga anak-anak penderita thalasemia yang harus menjalani transfusi darah secara berkala.
Bagi PT TIMAH, setiap tetes darah yang terkumpul merupakan wujud nyata kepedulian sosial perusahaan kepada masyarakat.
Di sela menunggu proses donor darah, Anton, warga Mentok, mengaku tidak pernah melewatkan kesempatan mengikuti kegiatan sosial yang diselenggarakan PT TIMAH.
Baginya, perusahaan selama ini bukan hanya dikenal sebagai perusahaan tambang, tetapi juga sebagai mitra masyarakat yang kerap menghadirkan berbagai program sosial.
” Saya berharap target 100 kantong darah bisa tercapai. Setiap kantong darah sangat berarti bagi orang yang sedang membutuhkan. Kegiatan seperti ini bukan hanya membantu rumah sakit memenuhi stok darah, tetapi juga menunjukkan bahwa perusahaan benar-benar hadir dan peduli kepada masyarakat. Semoga donor darah seperti ini terus dilaksanakan secara rutin, tidak hanya saat peringatan HUT,” ujarnya.
Menurut Anton, donor darah merupakan bentuk kepedulian yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Ia berharap semakin banyak perusahaan yang menumbuhkan budaya berbagi seperti yang dilakukan PT TIMAH.
Pendapat serupa disampaikan Siti Rahma (38).
Ia mengaku sengaja mengajak anggota keluarganya datang ke lokasi kegiatan setelah mengetahui adanya donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa hubungan perusahaan dengan masyarakat tidak hanya terjalin dalam aktivitas ekonomi, tetapi juga melalui aksi sosial yang menyentuh kebutuhan warga.
” Kami sebagai masyarakat tentu sangat mendukung. Kalau semakin banyak orang sadar pentingnya donor darah, maka semakin banyak pula nyawa yang bisa diselamatkan. Target 100 kantong darah menurut saya sangat baik dan semoga bisa terlampaui,” katanya.
Siti juga menilai kegiatan sosial seperti ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk ikut terlibat dalam aksi kemanusiaan.
” Kadang masyarakat ingin membantu sesama, tetapi tidak tahu harus melalui apa. Ketika PT TIMAH membuat kegiatan seperti ini, kami merasa diberi kesempatan untuk ikut berbuat baik,” tambahnya.
Tidak jauh dari lokasi donor darah, suasana berbeda terlihat di Wisma Sriwijaya.
Puluhan anak mengenakan baju koko putih tampak duduk berdampingan dengan orang tua mereka. Sebagian terlihat gugup, namun senyum para petugas kesehatan perlahan mencairkan suasana.
Bagi banyak keluarga, khitanan massal gratis bukan sekadar layanan kesehatan.












