Berita

Satu Ton Timah di Kelambui Disita, Jejak Jaringan Penyelundupan Terorganisir Pesisir Toboali Mulai Terkuak

×

Satu Ton Timah di Kelambui Disita, Jejak Jaringan Penyelundupan Terorganisir Pesisir Toboali Mulai Terkuak

Sebarkan artikel ini

Foto ini sebagai ilustrasi pelengkap berita. (Ist/AI)

BANGKASELATAN, Berita5.co.id – Penemuan sekitar satu ton timah yang diduga hendak diselundupkan melalui pesisir Pantai Kelambui, Kecamatan Toboali, membuka kembali dugaan adanya jaringan penyelundupan timah yang bekerja secara terorganisir di wilayah selatan Pulau Bangka.

Bagi warga, kasus ini bukan sekadar temuan barang bukti, melainkan indikasi bahwa jalur laut masih menjadi pintu keluar timah ilegal yang belum sepenuhnya terputus.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, timah tersebut ditemukan di kawasan pesisir yang selama ini disebut warga sebagai salah satu titik rawan aktivitas pengiriman timah secara diam-diam.

Hingga kini aparat masih melakukan penyelidikan mengenai asal-usul, pemilik, dan tujuan pengiriman timah tersebut.

Sejumlah warga menilai pengungkapan perkara tidak boleh berhenti pada penyitaan barang.

Mereka mendesak aparat membongkar aktor intelektual yang berada di balik pengiriman timah dalam jumlah besar itu.

“Kami minta aparat jangan hanya mengamankan barangnya saja. Dalang dan pemiliknya harus diungkap. Ini sudah satu ton, bukan jumlah kecil. Kalau dibiarkan, pesisir Kelambui dan pantai-pantai di Toboali akan terus menjadi jalur penyelundupan,” ujar seorang warga pesisir yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Modus Jalur Pesisir

Temuan satu ton timah memunculkan pertanyaan penting. Dari mana timah tersebut berasal dan bagaimana bisa sampai ke pesisir tanpa terdeteksi lebih awal?

Pengiriman timah melalui kawasan pantai umumnya membutuhkan rantai logistik yang tidak sederhana.

Material harus dikumpulkan, diangkut ke lokasi tertentu, disimpan sementara, kemudian dipindahkan ke kapal pada waktu yang dianggap aman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!