Babel hari iniBangka BelitungBeritaEdukasiLokalNews

Satgas Halilintar Bongkar Gudang Sin-Sin: Inilah Malam di Mana Bisnis Ilegal Mulai Kehilangan Kekuasaannya

78
×

Satgas Halilintar Bongkar Gudang Sin-Sin: Inilah Malam di Mana Bisnis Ilegal Mulai Kehilangan Kekuasaannya

Sebarkan artikel ini

Laporan : Belva

MENTOK, Berita5.co.id – Gudang penampungan pasir timah ilegal milik jaringan Sin-Sin di Pal 1, Jalan Sekip Lama, Mentok, digerebek Satgas Halilintar pada Selasa malam, 04 November 2025 sekitar pukul 21.30 WIB. Puluhan karung timah diangkat satu per satu, dinaikkan ke bak pickup Hilux BN 8247 PQ, menjadi barang bukti bahwa rumor rakyat selama ini bukan dongeng gelap melainkan industri paralel yang benar-benar bekerja di dalam senyap kota pesisir kecil ini.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian maupun PT Timah.

Selama ini warga Mentok hanya mendengar kabar dari bisik-bisik: pasir timah dari para penambang liar di Keranggan, Tembelok, juga titik-titik liar di kecamatan lainnya, konon ditarik oleh para kolektor bodong dan disimpan di gudang-gudang sunyi sebelum dikonversi kembali menjadi angka pepet kapital yang tak pernah membentuk satu rupiah pun untuk PAD Bangka Barat.

Malam itu, ketika pintu gudang Sin-Sin dijebol, masyarakat datang diam-diam. Ada yang hanya menonton dari pinggir jalan. Ada yang merekam. Ada yang menggenggam ponsel tanpa suara. Mereka tidak berteriak, tidak bertepuk tangan. Tapi atmosfir udara malam itu terasa mempunyai satu kalimat yang tak diucapkan: “Akhirnya negara berani menyentuh titik ini.”

Nama besar yang disebut “Bos J” mitologi gelap yang sudah bertahun-tahun berkeliaran di diskursus timah ilegal tidak muncul. Tapi ketidakhadirannya justru membentuk siluet paling pekat di balik karung-karung itu.

Seorang warga yang enggan disebut namanya berkata singkat:

“Ilegal itu selalu lebih cepat dari negara. PAD ini akan terus keropos kalau karung-karung itu tak dihentikan.”

Unsur satire paling menyakitkan ada di bagian ini adalah karung karung yang diangkat oleh Satgas malam itu bukan sekadar karung timah.

Itu adalah karung waktu. Waktu yang selama ini dicuri dari tanah Bangka Barat untuk menghidupi jaringan kapital gelap.
Waktu yang dikeruk tanpa pajak, tanpa kontribusi, tanpa jejak resmi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!