Berita

Ramadhan Menyatukan Hati Rakyat, Kepemimpinan Wakil Bupati Diteguhkan di Mentok

70
×

Ramadhan Menyatukan Hati Rakyat, Kepemimpinan Wakil Bupati Diteguhkan di Mentok

Sebarkan artikel ini

Penulis: Belva Al Akhab dan Satrio

MENTOK, Berita5.co.id — Dalam Safari Ramadhan Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Senin (23/2/2026), Wakil Bupati Bangka Barat menegaskan komitmen pembangunan yang merata, mempererat silaturahmi pemerintah dan masyarakat, serta mengajak warga menjaga persatuan di bulan suci.

Dalam sambutannya yang disampaikan atas nama pemerintah daerah, ia menegaskan bahwa pembangunan harus berangkat dari suara rakyat.

“Safari Ramadhan ini bukan sekadar agenda rutin. Ini ruang silaturahmi, ruang mendengar, ruang menyerap aspirasi masyarakat secara langsung,” ujar Wakil Bupati, H.Yusderahaman di hadapan warga.

Kegiatan Safari Ramadhan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Bangka Barat tersebut dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, pelaku UMKM dan warga lintas profesi yang datang membawa harapan sekaligus doa.

H.Yusderahaman menegaskan pemerintah daerah terus mendorong pembangunan di sektor infrastruktur, pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan dan pelayanan publik.

“Kami terus berupaya melaksanakan pembangunan yang merata dan berkeadilan. Tapi kami sadar, keberhasilan itu tidak mungkin tercapai tanpa dukungan dan partisipasi masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan bahwa komunikasi antara pemerintah dan rakyat adalah jembatan utama pembangunan.

“Melalui Safari Ramadhan ini, kami ingin memastikan pemerintah hadir, mendengar, dan berjalan bersama masyarakat,” ujarnya.

Menurut data Badan Pusat Statistik Bangka Barat, pembangunan sektor infrastruktur desa dan peningkatan ekonomi mikro dalam lima tahun terakhir menunjukkan tren positif, namun masih diperlukan pemerataan layanan kesehatan dan pendidikan di wilayah pesisir dan perdesaan.

Hal ini menjadi salah satu dasar program prioritas pemerintah daerah.

Di bawah lampu masjid yang temaram, seorang ibu penjual kue dari Kampung Tanjung menyeka mata saat mendengar janji pembangunan jalan desa.

“Saya ingin jalan kami bagus, supaya dagangan mudah dibawa ke pasar,” katanya pelan.

Seorang nelayan tua yang duduk di barisan belakang mengangguk pelan. Baginya, kata “pembangunan merata” bukan sekadar istilah birokrasi melainkan harapan agar dermaga diperbaiki dan harga ikan stabil.

Seorang pemuda pengurus masjid berkata,

“Kami ingin pemerintah tetap dekat dengan rakyat. Kalau pemimpin datang, kami merasa didengar.”

Malam itu, Safari Ramadhan menjadi ruang pertemuan antara harapan kecil rakyat dengan janji besar pemerintah.

Dalam pidatonya, Wakil Bupati juga menekankan makna Ramadhan sebagai momentum spiritual dan sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!