Editor: Bangdoi Ahada
PULAULEPAR, Berita5.co.id –– Puluhan atau bahkan ratusan hektar lahan sudah bersih dari pepohonan.
Hutan yang dulunya ditumbuhi pepohonan besar tersebut, kini menjadi hamparan tanah yang siap menerima bibit pohon sawit.
“Senggol Bos, PT SNS ini Bos, ini perkebunan sawit memperluas lahan terus di wilayah Desa Tanjung Labu Pulau Lepar Kabupaten Bangka Selatan,” sebut seseorang dalam video berdurasi sekitar satu menit, yang kini viral.
Dalam video tersebut terlihat hamparan tanah yang sudah selesai di landclearing, yang siap ditanami bibit sawit.
Disebutkan oleh warga Tanjung Labu yang membuat video tersebut bahwa, lahan yang sudah dibersihkan itu akan ditanami sawit oleh PT Swarna Nusa Sentosa (SNS).
“Ini PT SNS memperluas lahan terus guys. Dak tahu lahan desa atau lahan masyarakat pokoknya digarap terus. Inilah guys kalo sudah berusaha dengan perusahaan sawit. Semua lahan habis digarap untuk sawit,” sebutnya lagi.
Bahkan pembuat video ini mengajak masyarakat Desa Tanjung Labu untuk perduli terhadap nasib masa depan hutan di wilayah Tanjung Labu, yang bakal habis menjadi perkebunan sawit, jika tidak segera dihentikan.
“Kalau memang Kades atau aparat-aparat desa tidak ada sangkutan dengan PT SNS, ayo kita viralkan sama-sama. Semoga Presiden Prabowo tahu, kalau hutan Tanjung Labu sudah banyak digusur oleh PT SNS,” tukasnya.
Informasi yang dihimpun Tim Journalis Babel Bergerak (Jobber), lahan yang digarap dijadikan perkebunan sawit mencapai 8.000 hektar.
Lahan seluas ini mencakut dua desa yakni Desa Tanjung Labu dan Desa Penutuk.
“Kalau pastinya kurang tahu semua berapa hektar Bang. Cuma kabarnya Penutuk sama Tanjung Labu itu 8.000 hektar semua. Tapi penutuk kan lah lama jadi kebun sawit,” ujar Mo, salah satu warga kepada Tim Jobber.
Untuk lahan yang sekarang sedang digarap, kata Mo, sudah berlangsung beberapa bulan ini.
“Tidak ada aparat penegak hukum ataupun pemerintah yang perduli terhadap nasib masyarakat Pulau,” tandasnya.
Jika benar luas lahan yang menjadi perkebunan sawit seluas 8.000 hektar, maka setengah dari Pulau Lepar akan menjadi Kebun Sawit. Pasalnya luas Pulau Lepar hanya mencapi 16.900 hektar.
Menurut informasi yang dihimpun Tim Jobber, lahan yang digarap perkebunan sawit ini, ada yang merupakan lahan desa, ada juga lahan pribadi masyarakat Tanjung Labu.












