BELITIM, Berita5.co.id — Bisnis dan aparat penegak hukum (APH) kadang sulit dipisahkan.
Seringkali oknum pengusaha berkolaborasi dengan oknum aparat.
Tujuanya tak lain, ingin memuluskan perizinan dan operasional usaha mereka.
Seperti yang sekarang lagi viral di Belitung Tomur.
Diduga kuat ada keterlibatan oknum aparat penegak hukum dalam urusan bisnis tambak udang di Pulau Laskar Pelang ini.
Seorang perwira tinggi polisi berpangkat Komisaris Besar (Kombes) diketahui tampil secara terbuka dalam proyek pembangunan tambak udang Vanname milik PT. Vaname Inti Perkasa (VIP) di Desa Mengkubang, Kabupaten Belitung Timur.
Dalam sebuah rekaman video berdurasi 5 menit 9 detik yang kini beredar luas di publik, tampak jelas Kombes Pol Nizar hadir dalam sosialisasi proyek tersebut pada 24 Juni 2025.
Ia tampil menggunakan seragam dinas lengkap, berbicara di depan masyarakat dengan latar banner resmi bertuliskan
“Sosialisasi Pembangunan Tambak Udang Vaname PT VIP.” Penampilan seragamnya dalam forum resmi itu sontak menimbulkan tanya soal netralitas dan batas peran aparat dalam aktivitas privat korporasi.
Tak berhenti di situ, keterlibatan Kombes Nizar semakin menjadi sorotan setelah sikapnya yang agresif terhadap Lendra Agustian alias Kacak wartawan media online babelterkini.com sekaligus anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bangka Belitung terkuak ke publik.
Dalam tangkapan layar percakapan pribadi, Kombes Nizar terlihat berupaya mendatangi rumah Lendra dengan dalih “silaturahmi”, sebuah langkah yang memicu kekhawatiran atas potensi intimidasi terhadap jurnalis yang tengah menyorot proyek tersebut.
Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kombes Pol Nizar mengakui kehadirannya dalam sosialisasi itu sebagai undangan pribadi dari Direktur Utama PT. VIP, Heriyanto.
Ia menyebut penggunaan seragam dinas hanya sebagai bentuk pengenalan bahwa dirinya adalah anggota Polri.












