Penulis: Tim Jobber
MENTOK, berita5.co.id — Para pemilik dan pekerja ponton isap produksi (PIP) secara illegal di kawasan Perairan Belo Laut sepertinya menerapkan ilmu kebal.
Pasalnya, meski sudah beraktivitas cukup lama di kawasan yang berdekatan dengan hutan mangrove tersebut, PIP yang sudah jelas tak berizin ini, tidak ada aparat hukum (APH) yang berani menertibkan mereka.
Maklum, selain menerap ilmu dak mempan dipadah, PIP ini juga kabarnya dibekengi oknum aparat berpangkat tinggi pula.
Setali tiga uang, meski sudah seringkali diberitakan, belum ada tindakan APH yang berani menertibkan mereka.
Apalagi mau ditangkap dan diproses hukum?
Rasanya jauh panggang dari api.
Begitulah wajah hukum di Bangka Barat khususnya dan Bangka Belitung secara umum.
“Kalo soal itu kita tahu sama tahu lah Bang. Mana ada yang berani menertibkan mereka. Kecuali PT Timah meminta Mabes Polri, mungkin baru mereka itu ditertibkan. Kalo hanya lokal, kita ketawain aja Bang, tidak akan berani. Apalagi kabarnya dibelakang ponton ilegal itu ada oknum berpangkat tinggi pula,” ujar Mul, warga yang ditemui Tim Jobber, Sabtu (2/3/2024).
Persoalan tambang illegal ini, kata Mul, sudah tak bisa ditertibkan lagi.
Pasalnya, sudah tidak jelas lagi mana yang aparat jujur mana yang melanggar.
“Kita sulit sekarang ini menentulan mana sinyu mana bandit Bang. Ade yang pakai jubah sinyu, tapi rupanya bandit juga,” timpal Dan, sembari tertawa saat bertemu Tim Jobber di sebuah warung di Jalan Belo Laut.
Seperti diberitakan sebelumnya, aktivitas PIP illegal yang bekerja dekat kumpulan batang bakau tersebut sudah berlangsung sekitar satu bulan ini.
Awalnya mereka ini bekerja secara sembunyi-sembunyi dan biasanya banyak bekerja pada malam hari.












