Bangka BaratHukumLaw&CrimeLingkunganLokalNewsPemerintahanPenambangan

Polres Bangka Barat Sisir Jalur Tikus, Persempit Ruang Gerak Penyelundup Timah di Pesisir Tempilang

×

Polres Bangka Barat Sisir Jalur Tikus, Persempit Ruang Gerak Penyelundup Timah di Pesisir Tempilang

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT, Berita5.co.id — Malam di pesisir Tempilang tidak hanya menyimpan suara debur ombak. Di balik gelapnya akses menuju pantai, terdapat jalur-jalur sempit yang menghubungkan jalan darat dengan kawasan pesisir, jalur yang berpotensi digunakan untuk menghindari pengawasan aparat.

Kondisi itu menjadi perhatian Polres Bangka Barat. Pada Rabu (19/8/2026) malam, personel Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Bangka Barat menyisir sejumlah kawasan pesisir dan akses jalan yang dinilai rawan dimanfaatkan sebagai jalur alternatif penyelundupan pasir timah di Kecamatan Tempilang.

Patroli menyasar kawasan Pantai Sika, Sungai Baiti, hingga sejumlah jalan tikus yang memiliki akses langsung menuju pesisir.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian mempersempit ruang gerak aktivitas penyelundupan pasir timah yang berupaya menghindari jalur resmi dan pemeriksaan petugas.

Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso mengatakan, pengawasan terhadap kawasan pesisir tidak boleh hanya berpusat pada pelabuhan atau pintu keluar resmi.

“Pengawasan tidak hanya dilakukan di pelabuhan resmi, tetapi juga menyasar jalur-jalur alternatif dan kawasan pesisir yang berpotensi dimanfaatkan untuk kegiatan penyelundupan,” kata Iptu Yos Sudarso menyampaikan pernyataan Kapolres Bangka Barat, Kamis (20/8/2026).

Menurut dia, jalur yang langsung menghubungkan kendaraan dengan kawasan pantai memiliki potensi menjadi akses keluar-masuk barang tanpa melalui pemeriksaan sebagaimana di jalur resmi.

Karena itu, kepolisian melakukan pemetaan terhadap titik-titik yang dianggap memiliki kerawanan.

Personel tidak hanya memantau garis pesisir Pantai Sika dan kawasan Sungai Baiti, tetapi juga mengecek jalan-jalan kecil yang memungkinkan kendaraan mendekati kawasan pantai.

“Kami terus melakukan pemetaan terhadap lokasi-lokasi yang dinilai rawan. Tujuannya untuk mempersempit ruang gerak pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan jalur tidak resmi untuk melakukan penyelundupan,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!