PANGKALPINANG, Berita5.co.id – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani menegaskan bahwa keamanan, kenyamanan, dan kondusivitas masyarakat saat mudik Lebaran menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Menumbing 2026.
Penegasan tersebut disampaikan saat dirinya memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat bersama Kapolda Babel, Viktor T. Sihombing di Mapolda Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (12/3/2026).
“Setiap tahun, ini adalah SOP kita di seluruh Indonesia, namanya Operasi Ketupat dalam rangka menyambut Idulfitri. Pada apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2026 ini saya didampingi Kapolda dan Ketua DPRD Babel berharap Provinsi Kepulauan Babel kondusif, aman, dan terkendali,” ujar Gubernur Hidayat.
Apel tersebut dihadiri unsur Forkopimda Babel serta personel gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, tenaga kesehatan, dan berbagai stakeholder lainnya yang terlibat dalam pengamanan Hari Raya Idul Fitri.
Operasi Ketupat Menumbing 2026 sendiri akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, sebagai bentuk kesiapan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran.
Dalam amanat yang dibacakannya, Gubernur menekankan pentingnya sinergi, koordinasi, serta kesiapsiagaan seluruh personel guna menjamin keamanan, ketertiban, dan kelancaran arus mudik maupun arus balik masyarakat.
“Apel gelar pasukan ini merupakan bentuk pengecekan kesiapan personel maupun sarana dan prasarana, sekaligus wujud komitmen sinergitas lintas sektor agar pelaksanaan mudik dan perayaan Idulfitri berjalan aman, nyaman, tertib, dan lancar,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa momentum Idulfitri merupakan agenda nasional dengan dampak besar terhadap aktivitas masyarakat. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan RI, potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang sehingga diperlukan kesiapan pengamanan yang optimal.












