Bangka BelitungBeritaEdukasiLingkunganLokalNasionalNewsPemerintahan

Pesta Adat Suku Ketapik Desa Kacung Gelar  Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat Majukan Warisan Budaya Bangka Barat

87
×

Pesta Adat Suku Ketapik Desa Kacung Gelar  Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat Majukan Warisan Budaya Bangka Barat

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT, Berita5.co.id – Semangat pelestarian budaya dan pembangunan karakter masyarakat berbasis nilai keislaman terpancar kuat dalam kemeriahan Pesta Adat Suku Ketapik yang digelar di Balai Rumah Adat Desa Kacung, Minggu (15/06/2025). Di tengah tantangan keterbatasan anggaran, kegiatan ini menjadi simbol keberhasilan kolaborasi antara Pemerintah Desa Kacung, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat (Pemkab Babar), dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) dalam menjaga, menghidupkan, dan mempromosikan kekayaan budaya lokal.

Ribuan warga tumpah ruah memadati area balai adat untuk menyaksikan salah satu hajatan budaya terbesar di Kabupaten Bangka Barat. Pesta ini turut dihadiri oleh Gubernur Babel Dr. (HC) Hidayat Arsani, S.E., Bupati Bangka Barat Markus, S.H., jajaran Forkopimda Babel dan Babar, serta Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Babar Muhammad Ali, S.I.P., L.L.M.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Kacung, Dimas Darwansyah, menekankan filosofi pesta adat tahun ini yang bertema “Membumikan Al-Qur’an dalam Adat, Menghidupkan Budaya dan Karya yang Berakhlak.” Ia menyatakan bahwa adat dan budaya bukan hanya bentuk ekspresi tradisi, tetapi juga media untuk menanamkan nilai-nilai Qur’ani dan membangun karakter masyarakat yang berakhlak.

“Kita tak hanya merayakan masa lalu, tapi membangun masa depan. Karya yang berakhlak adalah karya yang menyentuh hati dan menginspirasi jiwa,” ujar Dimas, disambut tepuk tangan masyarakat.

Sementara itu, Bupati Markus menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten akan menetapkan Pesta Adat Suku Ketapik sebagai bagian dari Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) dan menjadikannya sebagai salah satu event unggulan pariwisata budaya di Bangka Barat.

“Event ini adalah aset budaya yang harus dikembangkan secara berkelanjutan. Tradisi ‘Panggil’ ini memiliki daya tarik wisata sekaligus penguatan identitas lokal,” tegas Markus.

Hal senada juga diungkapkan Gubernur Hidayat Arsani, yang menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Suku Ketapik atas konsistensi mereka dalam menjaga warisan budaya leluhur.

“Tradisi ini bukan sekadar seremoni, tapi refleksi spiritual, sosial, dan budaya yang memperkuat jati diri masyarakat Bangka Belitung. Kami di tingkat provinsi akan terus mendukung pelestarian budaya seperti ini sebagai pilar pembangunan,” kata Gubernur.

Ia pun secara resmi membuka pesta adat dengan penuh semangat:

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, saya buka Pesta Adat Panggil Suku Ketapik Tahun 2025 di Desa Kacung!”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!