Bangka SelatanLokalNasionalPenambanganPerkebunan

Pengusaha Singapura Babat 200 an Hektar Hutan di Tanjung Labu untuk Tambak Udang, Kayunya Dibawa Keluar Pulau Lepar

230
×

Pengusaha Singapura Babat 200 an Hektar Hutan di Tanjung Labu untuk Tambak Udang, Kayunya Dibawa Keluar Pulau Lepar

Sebarkan artikel ini
Sekitar 200 hektar hutan di wilayah Desa Tanjung Labu Kecmatan Lepar Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dibuka untuk tambak udang. (ist)

Penulis: Tim Jobber
PULAULEPAR, berita5.co.id — Perusakan dan pembabatan hutan produksi (HP) dan hutan lindung (HL) menggila di wilayah Desa Tanjung Labu Kecamatan Lepar Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Ternyata sudah dua tahun ini ratusan hektar hutan di wilayah Desa Tanjung Labu digasak dan dijadikan tambak udang vaname.

Kondisi ini diperparah, karena lemahnya pengawasan dari pemerintah daerah, mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten hingga provinsi. Termasuk juga lemahnya pengawasan dari aparat penegak hukum di Negei Serumpun Sebalai ini.

“Sekitar 200 hektar hutan di wilayah Desa Labu lah habis Bang. Informasinya hutan itu di babat untuk membuka tambak udang,” ujar salah satu warga, inisial Mol, kepada Tim Journalis Babel Bergerak (Jobber), Selasa (13/2/2024).

Dijelaskan Mol, hutan yang dibabat tersebut, selain sebagian adalah kebun warga, namun sebagian besar adalah hutan yang masih alami.

Sebagian besar yang sekarang ini sudah gundul tersebut adalah kawasan Hutan Lindung, dan sebagian lagi Hutan Produksi.

“Sudah dua tahun ini perusahaan itu membabat hutan. Katanya untuk investasi tambak udang, sebagian sudah jadi tambak udang, tetapi besar sampai sekarang belum ada yang beroperasi,” timpal salah satu warga lainnya He.

Ditanya apakah ada izin pembabatan hutan di wilayah Desa Tanjung Labu tersebut?

Baik Mol maupun He, mengaku tidak tahu.

Justru mereka juga sempat mempertanyakan hal tersebut kepada perangkat desa, namun tidak ada jawaban yang meyakinkan mereka.

Informasi yang dihimpun Tim Jobber, perusahaan yang disebut-sebut berinventasi tambak udang tersebut adalah PT ALS milik Haris, seorang pengusaha dari Negeri Singapura.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!