BisnisDigital MarketingEdukasi

Pelatihan dan Pendidikan Beauty Queen yang Berbudaya dan Berkepribadian Indonesia

220
×

Pelatihan dan Pendidikan Beauty Queen yang Berbudaya dan Berkepribadian Indonesia

Sebarkan artikel ini

Oleh : Novita sari yahya
National Director Indonesia 2023-2024, Penulis dan Peneliti

Ketika saya menuliskan tulisan Pelatihan dan Pendidikan Beauty Queen yang Berbudaya dan Berkepribadian Indonesia, topik ini akan memicu perdebatan luas terutama di kalangan pecinta kontes kecantikan Indonesia. Beberapa pertanyaan yang mungkin muncul adalah:

1. Apakah standar kecantikan internasional harus diikuti secara ketat dalam kontes kecantikan?
2. Apakah perempuan modern harus mengikuti tren fesyen dan memiliki selera internasional untuk bisa disebut cantik?

Namun, apakah standar fisik menjadi satu-satunya acuan dalam menilai kecantikan? Banyak yang berpendapat bahwa kecantikan tidak hanya tentang penampilan fisik, melainkan juga tentang kepercayaan diri dan kepribadian.

*Slogan Miss Universe 2025: “Beautifully Confident”*

Slogan “Beautifully Confident” pada kontes Miss Universe 2025 memang menarik. Slogan ini, yang diterjemahkan sebagai “Percaya Diri dengan Cantik,” mengusung pesan bahwa kecantikan sejati bukan hanya soal wajah atau tubuh, melainkan bagaimana seorang wanita memancarkan kepercayaan diri yang autentik. Ini bukan cuma tentang penampilan, tapi juga kekuatan batin yang mendorong inspirasi, kepemimpinan, dan dampak positif di masyarakat. Slogan ini seolah mengajak para kontestan untuk jadi panutan yang memberdayakan, menunjukkan bahwa kepercayaan diri adalah kunci untuk memengaruhi dunia dengan cara yang bermakna.

*Kontes Kecantikan dan Operasi Plastik*

Sejak kemunculan pemilihan Miss Universe, tren operasi plastik pun semakin berkembang di Venezuela. Ketika negara tersebut berhasil menobatkan ratu kecantikannya sebagai Miss Universe sebanyak tujuh kali, kecantikan menjadi obsesi nasional. Semua orang ingin terlihat sempurna dengan bentuk tubuh idaman mereka. Para perempuan ini rela mengeluarkan banyak dana untuk melakukan operasi plastik di beberapa bagian tubuh mereka, sejak tiga dekade yang lalu.

Seorang wanita yang ingin ikut kontes kecantikan setidaknya harus mengeluarkan uang sebesar US$32.000 atau sekitar Rp435 juta. Semua uang itu dipakai untuk membayar biaya perawatan kecantikan, pelatihan public speaking dan kepribadian, pelatihan catwalk dan pemotretan, persiapan busana, hingga operasi plastik. Meski terbilang mahal, ternyata banyak wanita yang rela mengeluarkan biaya tersebut karena mereka menilai semua biaya itu menjadi investasi di masa depan. Sebab, wanita yang pernah mengikuti dan memenangkan kontes Miss Venezuela bakal menjadi model dan artis terkenal.

*Pengaruh Kontes Kecantikan terhadap Masyarakat*

Kontes kecantikan seperti Miss Universe dapat memiliki pengaruh besar terhadap masyarakat, terutama dalam hal standar kecantikan dan kepercayaan diri. Dengan slogan “Beautifully Confident,” Miss Universe 2025 mendorong para kontestan untuk menjadi panutan yang memberdayakan dan menunjukkan bahwa kepercayaan diri adalah kunci untuk memengaruhi dunia dengan cara yang bermakna.

*Kebijakan Baru Miss Universe*

Sejak tahun 2024, Miss Universe mensyaratkan usia minimum 18 tahun dan tidak ada batasan maksimum serta status apakah gadis, bercerai, atau menikah untuk berkompetisi di Miss Universe di semua negara yang mengirimkan perwakilan ke pemilihan Miss Universe. Kebijakan tanpa batasan usia maksimal keikutsertaan perempuan berkompetisi di Miss Universe membuka kesempatan perempuan usia berapa pun, termasuk usia lansia, untuk berkompetisi seperti Choi Soon-hwa yang berusia 81 tahun dan menjadi peserta serta lolos sebagai finalis tertua di ajang kontes kecantikan Korea Selatan 2024.

Namun, perlu diingat bahwa setiap kontes kecantikan tetap memilih perwakilan yang menarik untuk menjadi perwakilan agar bisa diperhitungkan oleh juri untuk pemenang atau masuk top ten. Penampilan fisik yang menarik terlihat di wajah atau di bentuk fisik tubuh mendorong banyak perempuan mengambil keputusan melakukan operasi plastik agar mengikuti standar kecantikan pandangan visual di depan kamera.

Kriteria dan Realitas Kontes Kecantikan Internasional: Perspektif dari Pengalaman sebagai National Director Indonesia

Sebagai National Director Indonesia untuk 40 lisensi kontes kecantikan internasional periode 2023-2024, saya memiliki pengalaman mengirimkan perwakilan Indonesia, baik kategori Miss maupun Mrs, ke berbagai ajang internasional. Dalam tulisan ini, saya akan menjelaskan kriteria penilaian dalam kontes kecantikan internasional, realitas industri kecantikan, serta tantangan dan peluang bagi perwakilan Indonesia.

*Evolusi Kriteria Kecantikan Internasional*

Beberapa beauty pageant internasional sudah tidak mensyaratkan tinggi badan minimal 165 cm atau batasan usia seperti Miss Universe sejak tahun 2024. Namun, pada kenyataannya, selera pasar dan industri kecantikan masih menggariskan pada ukuran tubuh ideal fisik perempuan. Industri kecantikan masih menggambarkan perempuan cantik yang tinggi, kaki jenjang, rambut panjang, dan berkulit putih bersih. Walaupun kriteria kecantikan sudah menunjukkan keberagaman dengan terpilihnya Zozibini Tunzi sebagai Miss Universe 2019 dari Afrika Selatan berkulit hitam, standar tinggi badan masih menjadi kriteria penting.

Rata-rata finalis Miss Universe dari tahun ke tahun memiliki tinggi badan di atas 170 cm, dengan ukuran ideal untuk lingkar dada 8690 cm, ukuran pinggang 62-65 cm, dan lingkar panggul antara 88-92 cm. Berat badan proporsional cenderung kurus jika diukur dengan BMI tapi atletis. Proporsi badan ideal ini biasanya dicapai melalui pembentukan tubuh dengan olahraga yang terjadwal dan ketat serta pengaturan pola makan.

*Pembentukan Tubuh dan Pola Makan yang Ketat*

Pertanyaan yang sering diajukan adalah apakah perwakilan Indonesia menerapkan olahraga pembentukan tubuh dan diet pola makan yang ketat dan dikontrol. Pembentukan tubuh dan tubuh yang sehat diperagakan saat kontes swimsuit, yang memang kontroversial bagi sebagian masyarakat Indonesia.

*Kekuatan Figur dan Advokasi*

Pemenang Miss Universe biasanya memiliki latar belakang yang kuat dengan pendidikan universitas dan menguasai beberapa bahasa asing, walaupun itu bukan kriteria yang dominan dalam penilaian juri. Kekuatan figur finalis serta bagaimana dia menyampaikan ide dan gagasan atau advokasi dan latar belakang kegiatannya menjadi fokus penjurian Miss Universe beberapa tahun terakhir.

Contohnya adalah H’Hen Niê, Miss Universe Vietnam 2018, yang tampil mempesona karena percaya diri dan kisahnya yang menginspirasi. Berasal dari keluarga petani di desa, ibunya menolak menikahkannya di usia remaja dan mendorongnya untuk melanjutkan sekolah. Menjadi assisten rumah tangga di kota dan menyelesaikan kuliah dan bekerja sebagai model. Kisahnya yang menginspirasi memenuhi berita media internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!