Penulis: Aditya
BANGKATENGAH, Berita5.co.id – Pelabuhan Sungai Selan, yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian ribuan kepala rumah tangga di Kabupaten Bangka Tengah, kini menghadapi kenyataan pahit.
Nasib mu ibarat mati suri, dengan berbagai masalah yang terus mengancam keselamatan para pekerja serta keberlanjutan operasional pelabuhan.
Pelabuhan yang menjadi titik vital bagi kegiatan bongkar muat barang, kini tengah terpuruk dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.
Infrastruktur dan fasilitas yang ada di pelabuhan ini justru tidak memenuhi standar keselamatan yang memadai, padahal keberadaannya sangat berpengaruh terhadap perekonomian lokal.
Salah satu masalah paling mencolok adalah kekurangan penerangan di dermaga, terutama pada malam hari.
Pekerja yang bertugas bongkar muat barang menghadapi risiko besar karena penglihatan yang terbatas.
Tanpa penerangan yang memadai, mereka berisiko jatuh atau terluka.
Selain itu, tanpa adanya lampu penerangan, pengawasan terhadap kegiatan di pelabuhan pun menjadi lebih sulit, menambah potensi bahaya.
Tidak hanya soal penerangan, kondisi dermaga juga sangat mengkhawatirkan.
Dermaga yang tidak dilengkapi dengan pengaman seperti bumper atau pelindung lainnya sering kali menjadi tempat benturan keras antara kapal dan dermaga.
Benturan ini tidak hanya merusak kapal, tetapi juga dapat menyebabkan kecelakaan fatal bagi para pekerja yang berada di sekitar area tersebut.
Hal ini tentu sangat berisiko mengingat banyaknya kapal yang sering berlabuh di pelabuhan ini.
Masalah lainnya adalah sistem navigasi kapal yang terbatas, terutama bagi kapal yang datang dari muara.
Tanpa adanya penanda atau penerangan yang jelas untuk membantu kapal masuk, kecelakaan atau kerusakan kapal bisa terjadi kapan saja.
Ini menjadi perhatian serius mengingat ada lebih dari 50 kapal yang tercatat beroperasi di pelabuhan ini pada Desember 2024, menunjukkan betapa pentingnya pelabuhan ini bagi perekonomian setempat.












