Berita

Pasir Padi Menunggu Diselamatkan, Ketika Pantai Kebanggaan Kota Ini Mulai Tenggelam dalam Sampah

×

Pasir Padi Menunggu Diselamatkan, Ketika Pantai Kebanggaan Kota Ini Mulai Tenggelam dalam Sampah

Sebarkan artikel ini

Editor: Bangdoi Ahada
PANGKALPINANG, Berita5.co.id – Minggu (12/7/2026) pagi itu angin masih berembus lembut di Pantai Pasir Padi.

Ombak kecil bergulung pelan menyentuh hamparan pasir putih yang selama puluhan tahun menjadi ikon wisata Kota Pangkalpinang.

Namun, keindahan alam itu kini seolah tertutup oleh pemandangan yang menyisakan keprihatinan.

Di sepanjang bibir pantai hingga tepian jalan, berbagai jenis sampah terlihat berserakan.

Bekas kemasan air mineral, botol plastik, kantong kresek, gelas minuman sekali pakai, kaleng minuman, bungkus makanan, hingga potongan-potongan kayu tampak berserakan.

Di beberapa titik, sampah bahkan bercampur dengan rumput liar dan dedaunan kering.

Pemandangan tersebut memunculkan kesan kumuh pada kawasan yang selama ini dikenal sebagai pantai andalan ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Kalau orang luar datang ke sini sekarang, kesan pertamanya pasti kecewa. Pantainya sebenarnya indah, tapi sampah di mana-mana. Sayang sekali,” ujar Rinie, seorang pengunjung yang ditemui di lokasi.

Menurutnya, kondisi itu bukan terjadi sehari atau dua hari. Sampah terlihat menumpuk di sejumlah titik tanpa ada tanda-tanda pembersihan yang rutin.

“Kadang ada yang bersih, tapi jarang, sehingga penuh sampah. Seharusnya ada petugas yang rutin membersihkan karena ini aset wisata kota,” katanya.

Pantai Pasir Padi bukan sekadar tempat rekreasi. Pantai ini merupakan wajah pariwisata Pangkalpinang sekaligus salah satu destinasi yang paling mudah dijangkau masyarakat maupun wisatawan dari luar daerah.

Karena itu, kondisi kawasan wisata tersebut semestinya mendapat perhatian serius. Kebersihan bukan hanya soal estetika, tetapi juga menyangkut kenyamanan pengunjung, citra daerah, hingga keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor wisata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!