Berita

Parit Gajah PT BPL Bukan Solusi Justru Masalah: Rusak Akses Warga dan Kebun Jadi Terbelah

124
×

Parit Gajah PT BPL Bukan Solusi Justru Masalah: Rusak Akses Warga dan Kebun Jadi Terbelah

Sebarkan artikel ini

Inilah penampakan dari Parit Gsjah di kawasan Perkebunan di Desa Terentang Kecamatan Kelapa Kabupaten Bangka Barat. (Ist)

Penulis: Belva

KELAPA, Berita5.co.id — Proyek penggalian parit gajah oleh PT Bumi Permai Lestari (BPL) di Kecamatan Kelapa memicu penolakan luas dari warga Desa Dendang, Ibul, dan Terentang.

Warga menilai parit berukuran besar itu bukan sekadar batas lahan, tetapi telah mengganggu akses, membelah kebun, dan menimbulkan dampak lingkungan.

Dalam rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Bangka Barat, Kamis (20/11/2025), warga menyampaikan keluhan bahwa penggalian dilakukan tanpa sosialisasi dan tanpa dialog dengan masyarakat sekitar.

“Parit ini bukan membatasi lahan, tapi membatasi hidup kami. Kebun kami terbelah, jalan jadi susah, dan perusahaan tak pernah datang bicara baik-baik,” kata Fahruddin, warga Desa Dendang.

Warga juga mempertanyakan keberpihakan pemerintah yang dinilai lebih cepat merespons kepentingan perusahaan dibanding warga.

“Kalau perusahaan menggali tanah kami tanpa izin, kami diminta sabar. Tapi kalau kami melangkah satu meter ke HGU, kami disebut melanggar,” ujar seorang warga Ibul dalam RDP.

Selain persoalan sosial, dampak lingkungan turut dikeluhkan.

Penggalian parit disebut mengubah aliran air, memicu erosi kecil, hingga menimbulkan genangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!