DPRDEdukasiHiburanLokalOpini

PAD Tak Cukup dari Pajak, Edi Nasapta Dorong Babel Bangun Mesin Ekonomi Baru

69
×

PAD Tak Cukup dari Pajak, Edi Nasapta Dorong Babel Bangun Mesin Ekonomi Baru

Sebarkan artikel ini

Oleh: Edi Nasapta

PANGKALPINANG – Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dinilai tidak cukup hanya mengandalkan optimalisasi pajak dan retribusi. Yang lebih mendasar adalah bagaimana pemerintah daerah mampu menciptakan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian fiskal daerah.

Menurut Edi Nasapta, selama ini masih banyak daerah yang terlalu fokus mencari cara meningkatkan penerimaan pajak, sementara kapasitas ekonomi masyarakat belum berkembang secara maksimal. Padahal, peningkatan PAD yang berkelanjutan hanya dapat tercapai jika pendapatan masyarakat turut meningkat.

“Ketika ekonomi masyarakat tumbuh, lapangan kerja bertambah, dan pendapatan meningkat, maka kemampuan membayar pajak dan retribusi juga akan meningkat secara alami. Karena itu, peningkatan PAD harus diawali dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Edi berpandangan, salah satu instrumen strategis yang perlu diperkuat adalah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Menurutnya, BUMD harus dikelola secara profesional dan diarahkan menjadi motor penggerak ekonomi daerah, bukan sekadar bergantung pada penyertaan modal pemerintah.

Ia menilai BUMD memiliki peluang besar untuk masuk ke berbagai sektor potensial seperti hilirisasi pasir kuarsa, pengelolaan pelabuhan dan logistik, industri perikanan, perdagangan komoditas perkebunan, energi, hingga sektor pariwisata.

“BUMD harus menjadi instrumen bisnis daerah yang produktif. Keuntungan yang dihasilkan dapat kembali ke daerah dalam bentuk dividen, sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat,” katanya.

Selain penguatan BUMD, Edi juga menyoroti pentingnya pelaksanaan kewajiban plasma 20 persen oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit. Menurutnya, kebijakan tersebut memiliki dampak ekonomi yang sangat besar bagi masyarakat apabila diterapkan secara optimal.
Ia menjelaskan bahwa pendapatan yang diterima petani plasma akan menciptakan perputaran uang di berbagai sektor ekonomi, mulai dari perdagangan, jasa, transportasi, konstruksi hingga UMKM.

“Plasma bukan hanya soal kewajiban perusahaan kepada masyarakat sekitar. Ini adalah instrumen pemerataan ekonomi yang sangat efektif karena mampu meningkatkan pendapatan masyarakat secara langsung,” jelasnya.

Di sektor perikanan, Edi menilai Bangka Belitung memiliki potensi besar yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Selama ini, sebagian besar hasil perikanan masih dijual dalam bentuk bahan mentah sehingga nilai tambah justru dinikmati daerah lain yang melakukan pengolahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!