BANGKA TENGAH, Berita5.co.id — Harapan agar dua Anak Buah Kapal (ABK) KM Kenanga Indah ditemukan selamat akhirnya pupus bagi salah satunya. Setelah dilakukan pencarian intensif oleh Tim SAR Gabungan, Rikky (22) ditemukan mengapung di Perairan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, dalam kondisi meninggal dunia.
Penemuan korban menjadi babak pilu dari insiden yang terjadi sejak Senin (27/7/2026), ketika Rikky terjatuh ke laut saat mandi di buritan kapal. Derasnya arus yang menguasai perairan membuat upaya penyelamatan berubah menjadi tragedi setelah rekannya, M. Farhan (25), ikut melompat ke laut untuk menolong namun turut terseret arus dan hingga kini belum ditemukan.
Rikky ditemukan sekitar tiga nautical mile dari titik awal kejadian atau Last Known Position (LKP). Tim SAR Gabungan yang menyisir kawasan tersebut segera mengevakuasi jenazah korban dan membawanya ke RSUD Bangka Tengah untuk penanganan lebih lanjut.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, mengatakan fokus operasi kini sepenuhnya diarahkan untuk menemukan satu korban lainnya.
“Satu korban atas nama Rikky telah berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar tiga nautical mile dari lokasi kejadian. Selanjutnya Tim SAR Gabungan masih terus melaksanakan pencarian terhadap korban lainnya, M. Farhan,” ujar Mikel.
Peristiwa nahas itu bermula sekitar pukul 11.00 WIB. Saat kapal sedang berlayar di Perairan Lubuk Besar, Rikky yang tengah mandi di bagian buritan diduga kehilangan keseimbangan ketika kapal oleng hingga terjatuh ke laut.
Melihat rekannya tercebur, M. Farhan tanpa berpikir panjang langsung melompat untuk memberikan pertolongan. Namun derasnya arus laut justru menyeret keduanya menjauh dari kapal hingga akhirnya hilang dari pandangan.












