Penulis: Bangdoi Ahada
OPINI, Berita5.co.id — Dalam sepekan terakhir, suasana Bangka Belitung terasa seperti nonton serial baru, “Kejar-Kejaran Bos Timah”, episode tayang tiap hari.
Tokohnya itu-itu juga, plotnya makin menegangkan.
Bedanya, ini bukan hiburan. Ini dunia nyata.
Satu per satu bos tambang timah ditangkap. Publik pun mulai berspekulasi, “Wah, ini kayaknya sudah masuk musim panen cukong timah jilid 2.”
Kalau biasanya musim durian atau musim hujan, sekarang mungkin musim panen bos tambang timah ilegal.
Yang menarik, gerakannya terasa lebih cepat. Seakan-akan ada aba-aba: “Siap… gerak!” Dan mendadak, nama-nama yang dulu cuma jadi bisik-bisik di warung kopi, kini resmi jadi headline.
Petak Umpet Versi Sultan
Tapi jangan salah. Dunia bos tambang ilegal ini unik. Mereka bukan tipe yang panik lari tanpa arah.
Ini bukan sinetron azab. Ini lebih mirip permainan petak umpet versi sultan.
Ada yang disebut-sebut “menghilang” di kebun sawit. Bukan untuk panen tandan segar, tentu saja.
Ada juga yang memilih “menenangkan diri” di Jakarta. Yang lebih kelas lagi, konon ada yang standby di Singapura atau Australia.
Lengkap sudah, dari kebun, ibu kota, sampai mancanegara.
Kalau begini, sepertinya yang dibutuhkan bukan cuma tim penyidik, tapi juga peta dunia dan mungkin sedikit stamina ekstra.
Modusnya Kok Mirip?
Yang bikin publik geleng-geleng kepala, pola dan modusnya kok mirip-mirip? Seperti beli template bisnis ilegal yang sama.
Dari penguasaan titik tambang, alur distribusi yang rapi, sampai dugaan aliran dana yang muter dulu sebelum “istirahat” di bisnis lain.












