Babel hari iniBangka BelitungBeritaEdukasiLingkunganLokalNasionalNewsPangkalpinangPemerintahan

Musim Kemarau Memanas, BPBD Pangkalpinang Ungkap Titik Rawan Karhutla

×

Musim Kemarau Memanas, BPBD Pangkalpinang Ungkap Titik Rawan Karhutla

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG, Berita5.co.id — Musim kemarau mulai menunjukkan dampaknya di Kota Pangkalpinang. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meningkat seiring kondisi cuaca panas, lahan yang mengering hingga aktivitas masyarakat yang berpotensi memicu munculnya titik api.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pangkalpinang, Dedi Revandi, S.H., M.H., mengungkapkan terdapat tiga kecamatan yang saat ini menjadi perhatian utama pemerintah karena memiliki potensi tinggi terjadi karhutla sekaligus kekeringan.

Ketiga wilayah tersebut yakni Kecamatan Bukit Intan, Gabek dan Gerunggang.
Hal itu disampaikan Dedi saat memaparkan kondisi penanganan karhutla dan kekeringan di wilayah Kota Pangkalpinang.

Menurut Dedi, kondisi kemarau yang masih berlangsung menyebabkan lahan dan semak belukar menjadi kering sehingga sangat mudah terbakar. Kondisi tersebut diperparah dengan suhu yang tinggi serta tiupan angin yang dapat mempercepat penyebaran api.

“Musim kemarau, suhu tinggi, vegetasi dan semak yang kering, kemudian angin mempercepat perjalanan api atau kebakaran pada lahan,” jelas Dedi.

Tak hanya faktor alam, perilaku manusia juga menjadi salah satu pemicu. Pembukaan lahan dengan cara membakar, pembakaran sampah, hingga membuang puntung rokok sembarangan dinilai berpotensi memicu kebakaran.

Tiga Kecamatan Jadi Alarm Bahaya
Dedi membeberkan sejumlah titik yang menjadi perhatian BPBD.

Di Kecamatan Bukit Intan, wilayah Kelurahan Air Itam, Semabung dan Sinar Bulan dinilai memiliki potensi tinggi karhutla karena masih terdapat banyak lahan kosong yang belum dimanfaatkan.

Sementara di Kecamatan Gabek, kawasan Selindung, Selindung Baru dan Jerambah Gantung menjadi perhatian, termasuk kawasan perbatasan Kota Pangkalpinang dengan wilayah Kabupaten Bangka.

Sedangkan di Kecamatan Gerunggang, wilayah Air Kepala Tujuh dan Tua Tunu masuk dalam pemantauan karena memiliki potensi karhutla cukup tinggi.

Sejumlah kawasan lainnya, termasuk Jalan Kerabut-Sinar Bulan dan wilayah perbatasan Pangkalpinang-Bangka, juga menjadi lokasi yang terus dipantau petugas.

Agustus Jadi Bulan Paling Banyak Kebakaran
Data Satpol PP dan Damkar Kota Pangkalpinang menunjukkan, kasus kebakaran lahan mengalami peningkatan cukup signifikan.

Sepanjang Juli 2026 tercatat 22 kejadian kebakaran lahan dan hutan. Angka tersebut kemudian meningkat pada Agustus dan menjadi periode dengan kejadian karhutla tertinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!