SANANA, Berita5.co.id — Misteri kematian Riswan Umasugi alias Ris (53), warga Desa Waihama, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, perlahan mulai terungkap.
Polres Kepulauan Sula menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan pembunuhan dan/atau pengeroyokan serta penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Ketiga tersangka masing-masing berinisial AT alias Anri (25), RH alias Mita (27), dan FGR alias Reno (18).
Kapolres Kepulauan Sula AKBP Handres, S.H., S.I.K., melalui keterangan resmi kepolisian mengungkap, perkara tersebut bermula dari pesta minuman keras yang berlangsung di sekitar Desa Waihama pada Minggu, 16 Agustus 2026 dini hari.
Berawal dari Pesta Miras
Sebelum kejadian, korban bersama sejumlah orang diketahui berada di sekitar lokasi pesta pernikahan sambil mengonsumsi minuman keras.
Sekitar pukul 02.15 WIT, rombongan kemudian berpindah ke rumah tersangka RH alias Mita. Di rumah tersebut, mereka kembali mengonsumsi minuman beralkohol.
Sekitar pukul 04.00 WIT, korban bersama sejumlah orang kembali menuju lokasi pesta untuk berjoget. Setelah itu, mereka kembali ke rumah Mita dan melanjutkan pesta minuman keras.
Namun, suasana yang sebelumnya berlangsung seperti pesta berubah menjadi tragedi.
Sekitar pukul 07.00 WIT, AT disebut memanggil Reno dan memintanya mengintip ke dalam kamar melalui celah plafon.
Polisi menyebut, saat itu Reno melihat korban bersama Mita berada di dalam kamar.
Reno kemudian diperintahkan menendang pintu hingga terbuka.
Setelah pintu terbuka, AT masuk dan memukul korban satu kali pada bagian jidat sebelah kanan. Reno kemudian disebut turut melakukan pemukulan sebanyak tiga kali, masing-masing mengenai pipi kanan dua kali dan mata kanan satu kali.
Mita sempat menarik Reno agar menghentikan aksinya. Namun, AT masih melakukan pemukulan sebanyak dua kali.
Tak lama kemudian, korban tidak sadarkan diri.
Reno kemudian menyampaikan bahwa korban diduga telah meninggal karena sudah tidak bernapas. AT selanjutnya memeriksa kondisi korban dan menyadari bahwa Riswan telah meninggal dunia.
Panik, Jenazah Justru Dipindahkan
Alih-alih segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib, para tersangka diduga panik dan memilih memindahkan tubuh korban.
Sekitar pukul 07.30 WIT, Reno meninggalkan rumah untuk mengantar seseorang ke Desa Fatce. Sementara AT dan Mita disebut membicarakan cara memindahkan korban.
Keduanya kemudian mengambil uang milik korban dan menyewa sebuah mobil Toyota Avanza berwarna putih.
Setelah kembali, AT, Mita dan Reno mengangkat tubuh korban dari dalam kamar lalu memasukkannya ke dalam mobil.
Mereka kemudian mencari lokasi yang dianggap sepi.
Mobil tersebut akhirnya diarahkan menuju kawasan belakang SD Inpres 2 Waihama. Di lokasi itu, tubuh korban diturunkan dan diletakkan di semak-semak.
Sepeda motor milik korban juga dibawa ke lokasi tersebut. Berdasarkan keterangan polisi, Reno datang menggunakan sepeda motor korban dan meletakkannya tidak jauh dari tubuh korban.
Diduga Hendak Rekayasa Kematian
Polisi menduga kepanikan menjadi salah satu motif para tersangka setelah mengetahui korban telah meninggal dunia.












