“Kadang menghafal itu terasa mudah, tapi kadang juga sulit, apalagi mengingat huruf-hurufnya. Biasanya saya mengulang hafalan setiap hari supaya tetap terjaga. Untuk satu juz biasanya saya butuh sekitar satu bulan,” jelasnya.
Ia mengaku tidak menyangka akan mendapatkan bantuan tersebut. Baginya, beasiswa ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan hafalan Al-Qur’annya.
“Saya sangat bersyukur dan tidak menyangka bisa mendapat bantuan ini. Semoga bisa menjadi motivasi untuk terus menghafal Al-Qur’an,” katanya.
Sama halnya dengan Fahri Afriansyah (15), pelajar asal Desa Selinsing, menerima bantuan sebagai santri tahfiz Al-Quran. Ia mengaku bersyukur dan senang bisa menjadi salah satu penerima bantuan dari PT TIMAH.
“Alhamdulillah saya sangat senang bisa mendapatkan bantuan dari PT TIMAH Tbk. Bantuan ini sangat berarti bagi saya dan rencananya akan saya gunakan untuk membeli buku serta kebutuhan belajar lainnya agar bisa lebih semangat lagi belajar dan menghafal Al-Quran,” ujarnya.
Baginya, menghafal Al-Quran bukan hanya menjadi bagian dari pendidikan, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus berprestasi dan mengembangkan kemampuan diri.
“Semoga PT TIMAH Tbk selalu sukses dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat. Terima kasih kepada PT TIMAH Tbk yang sudah peduli dan membantu kami para pelajar,” katanya. (*)
Sumber : www.timah.com












