floating
Bangka BaratBangka BelitungHukumLokalNasional

Masyarakat Mentok Dukung Tambang Tembelok dan Keranggan Dibuka, Kok Orang Luar Bangka Barat Yang Ribut

61
×

Masyarakat Mentok Dukung Tambang Tembelok dan Keranggan Dibuka, Kok Orang Luar Bangka Barat Yang Ribut

Sebarkan artikel ini
Sejak aktivitas tambang timah di Perairan Tembelok dan Keranggan dibuka, banyak masyarakat Mentok dan sekitar mendapatkan dampak ekonomi positif. Contohnya para pedagang bisa menjual makanan, minuman maupun kebutuhan pata pekerja tambang lainnya. (ist)

Editor: Bangdoi
BANGKABARAT, berita5.co.id — Baru saja satu pekan tambang timah di Keranggan dan Tembelok dibuka, sudah berdampak terhadap perekonomian masyarakat Kecamatan Mentok Kabupaten Bangka Barat.

Tidak saja mendapat bagian langsung dari transaksi jual beli pasir timah, namun ratusan masyarakat yang berprofesi sebagai pedagang juga mendapatkan dampak ekonomi positif dari aktivitas tambang di Perairan Tembelok dan Keranggan Kecamatan Mentok Kabupaten Bangka Barat ini.

Pemilik perahu ataupun nelayan yang selama ini bergelut dengan ombak untuk mencari ikan, kini juga mendapatkan penghasilan tambahan.

Para pemilik perahu bisa menggunakan perahu mereka untuk antar jemput pekerja di Ponton Isap Produksi (PIP), yang jumlahnya ratusan tersebut.

Pantauan media ini di lapangan, terlihat puluhan perahu nelayan ini bolak-balik mengantar pekerja tambang dari tepi pantai ke PIP dan sebaliknya. Untuk bahan makan pekerja juga diantar menggunakan perahu nelayan ini.

Belasan pondok pedagang makanan juga mulai berdiri di tepian pantai.

Aneka makanan dijual oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pekerja ataupun warga yang berkunjung ke pinggir pantai.

Bahkan terlihat juga para pedagang motor yang hilir mudik menjajakan dagangan mereka.

“Alhamdulillah Bang, saat ini ekonomi mulai tumbuh lagi. Semua sektor bisa bergerak sejak tambang di Tembelok dan Keranggan mulai dibuka lagi. Coba Abang lihat sendiri bagaimana maraknya masyarakat yang berjualan. Kami mendapatkan penghasilan dari aktivitas tambang ini,” ujar Mul, salah satu pedagang motor, kepada Tim Journasli Babel Bergerak, Jumat (27/9/2024).

Seperti dikutip dari www.sorotanbangka.com, Ketua DPC HNSI Kabupaten Bangka Barat Fadli mengungkapkan sekitar 80% warga Tembelok – Keranggan hidup dari hasil laut sebagai nelayan.

Hanya saja, saat ini hasil melaut sangat jauh berkurang. Kadang antara hasil dengan biaya yang dikeluarkan tidak sebanding.

“Dengan dibukanya TI Apung ini nelayan dan warga sini sangat terbantu. Semuanya kompak, di sinilah nelayan dan masyarakat menyatu,” ungkap pria yang akrab disapa Ali itu.

Dikatakannya, meskipun TI Apung itu bekerja secara ilegal, namun wilayah yang ditambang bukan kawasan terlarang, bukan IUP perusahaan manapun dan juga bukan objek vital nasional.

“Penambangan timah di perairan Tembelok – Keranggan itu kan hanya persoalan regulasi saja, tidak ada pihak manapun yang dirugikan,” ungkap dia.

Ali menyayangkan adanya pihak yang mempersoalkan penambangan timah di wilayah perairan Tembelok-Keranggan.

Menurutnya, kondisi penambangan timah di perairan Tembelok – Keranggan sangat kondusif.

Tidak ada gejolak atau pun gerakan penolakan dari nelayan atau masyarakat sekitar.

Penambangan timah di wilayah itu juga telah memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!