Berita

Masyarakat Desa Zed Apresiasi Pelatihan Aren: Pelatihan Pembuatan Bibit hingga Teknik Media Tanam Jadi Gerakan Ekologi-Ekonomi Baru

68
×

Masyarakat Desa Zed Apresiasi Pelatihan Aren: Pelatihan Pembuatan Bibit hingga Teknik Media Tanam Jadi Gerakan Ekologi-Ekonomi Baru

Sebarkan artikel ini

BANGKA, Berita5.co.id — Suasana halaman depan Kantor Desa Zed pada siang itu, Sabtu (29/11/2025) berubah menjadi ruang belajar bersama. Puluhan warga dari para petani, ibu rumah tangga, hingga pemuda desa mengelilingi meja-meja pelatihan, menyimak dengan penuh antusias setiap langkah pembuatan bibit tanaman aren.

Pelatihan ini menjadi babak baru upaya menghidupkan kembali kelekak desa melalui tanaman aren sebagai sumber ekonomi hijau.

Sesi pelatihan yang dipimpin Dr. Slamet Wahyudi, S.Pd., M.Si., tidak hanya mengajari teknik, tetapi juga menanamkan kembali kesadaran bahwa aren adalah pohon masa depan Bangka Belitung.

Dalam demonstrasinya, Dr. Slamet menunjukkan satu per satu proses pembuatan bibit aren:
– Pemilihan buah aren yang matang penuh,
– Teknik pembersihan lendir biji,
– Media kecambah berupa sekam bakar, tanah gembur, dan pasir sungai,
– Hingga cara menyemai agar kecambah tidak busuk dan menghasilkan bibit kokoh.

“Bibit aren itu harus diperlakukan seperti benih masa depan. Kalau benihnya kuat, masa depan ekonominya juga kuat,” ujar Dr. Slamet, yang langsung disambut anggukan warga.

Ia menekankan bahwa media tanam sangat menentukan kualitas bibit.

“Gunakan campuran tanah subur, pasir, dan kompos. Ini membuat akar aren berkembang cepat. Jangan lupa sinar matahari pagi, itu ‘vitamin’ pertumbuhan bibit,” jelasnya.

Di tengah cuaca yang teduh, warga mencoba membuat media bibit sendiri. Beberapa ibu terlibat memberi komentar, beberapa pemuda berebut mengaduk media tanam, suasana pelatihan terasa hidup.

Kepala Desa Zed bahkan tampak terharu melihat tingginya keterlibatan warganya.

Warga satu per satu mulai paham bahwa aren bukan sekadar pohon liar di lembah, tetapi sumber ekonomi alternatif.

“Kami senang sekali. Selama ini kelekak kami mulai hilang. Dengan pelatihan ini, kami jadi tahu bagaimana memulai kembali,” kata seorang warga, yang langsung diikuti tawa semangat peserta lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!