Bangka BaratHukumLaw&CrimeLokalNasionalPenambangan

Warga Sebut Bos Man dan Bukew Beli Timah Illegal Dari Laut Bakit dan Semulut Bangka Barat

301
×

Warga Sebut Bos Man dan Bukew Beli Timah Illegal Dari Laut Bakit dan Semulut Bangka Barat

Sebarkan artikel ini
Sedikitnya 70 ponton isap produksi (PIP) secara illegal beraktivitas di Laut Bakit dan Laut Semulut Kecamatan Parittiga Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (20/3/2024). (jobber)

Penulis: Tim Jobber
BANGKABARAT, berita5.co.id — Sedikitnya 70 ponton isap produksi (PIP) secara illegal beraktivitas di Laut Bakit dan Laut Semulut Kecamatan Parittiga Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Anehnya, meski beraktivitas secara illegal, namun aktivitas puluhan PIP di sekitar wilayah izin usaha pertambangan (WIUP) PT Timah Tbk DU 1551 tersebut, tidak ada aparat penegak hukum (APH) maupun pihak PT Timah yang berani menertibkan PIP illegal tersebut.

Informasi yang dihimpun Tim Journalis Babel Bergerak (Jobber), hanya 25 ponton saja yang memiliki SPK atas nama CV Pelangi Berkat.

Sementara sisanya puluhan PIP bekerja secara illegal.

Kemana PIP illegal ini menjual pasir timah mereka?

Apakah ada hubungan benang merah dengan aktivitas penyelundupan yang kini viral terjadi di wilayah Jebus dan Parit Tiga Kabupaten Bangka Barat?

Hanya aparatlah yang bisa menjawabnya.

Investigasi yang dihasilkan Tim Jobber di Desa Bakit dan Desa Semulut, diketahui bahwa aktivitas puluhan PIP illegal ini sudah lama berjalan.

Namun tidak ada upaya penertiban yang dilakukan pihak berwenang terhadap mereka.

Bahkan ada informasi yang menyebutkan, aktivitas PIP ini bisa lancar justru ada oknum aparat yang membekingi aktivitas mereka.

“Mereka itu kerja di Laut Bakit dan Semulut Pak. Siang malam kadang mereka bekerjanya Pak. Biasalah Pak, ade yang bekingi mereka. Jadi aman mereka ngeruk pasir timah di laut itu Pak,” tukas Bol, kepada Tim Jobber di Bakit Parit Tiga, Rabu (20/3/2024) siang.

Sedangkan untuk pasir timah, ada dua nama yang disebutkan narasumber yang ditemui Tim Jobber di lapangan, yakni Man membeli pasir timah untuk wilayah Semulut dan Bukew untuk wilayah Bakit.

“Timah tu yang belinya Bos Man. Dia ini warga Semulut Bang. Kalo untuk pasir timah di Desa Bakit yang belinya Bukew Bang,” timpal Jon, warga lainnya kepada Tim Jobber.

Dikatakan Jon, persoalan tambang laut illegal di wlayah Semulut dan Bakit ini bagaikan hantu air, tenggelam lalu muncul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!