Berita

La Ode M. Murdani: Wartawan yang Bisa “Nyolong” Informasi, Tapi Dompet Tetap Terisi

×

La Ode M. Murdani: Wartawan yang Bisa “Nyolong” Informasi, Tapi Dompet Tetap Terisi

Sebarkan artikel ini

Foto hanyalah ilustrasi pelengkap berita. (Ist/AI)

Editor:Kusuma

Berita5.co.id — Kalau ada lomba nasional “mengobrol sambil mengumpulkan informasi”, mungkin La Ode M. Murdani, atau yang akrab disapa Dani, sudah lama membawa pulang piala bergilir.

Bukan karena ia paling cerewet, tetapi karena orang lain yang tanpa sadar malah bercerita panjang lebar.

Di kalangan narasumber, ada candaan yang sudah seperti hukum alam.

“Kalau Dani sudah datang, lebih baik simpan dulu rahasianya. Soalnya lima menit kemudian, yang tadinya rahasia sudah berubah jadi petunjuk investigasi.”

Tenang, yang “dicuri” Dani bukan motor, bukan dompet, apalagi sandal masjid. Yang “dicuri” hanyalah informasi—itu pun dalam arti kiasan. Modalnya cuma senyum, secangkir kopi, dan pertanyaan yang terdengar sederhana, “Gimana kabarnya, Bang?”

Aneh tapi nyata. Dari pertanyaan sesederhana itu, pembicaraan bisa melebar ke mana-mana.

Mulai dari harga timah, kondisi tambang, cerita sopir truk, sampai gosip politik tingkat RT.

Dani cukup mengangguk pelan sambil sesekali berkata, “Oh… begitu ya?” Padahal, di dalam kepalanya, potongan-potongan informasi sudah mulai tersusun seperti puzzle.

Sebelum benar-benar tenggelam di dunia jurnalistik, Dani pernah merasakan kerasnya dunia pertambangan timah.

Pengalaman itu membuatnya hafal medan, mengerti bahasa para penambang, paham istilah teknis, bahkan tahu kapan orang sedang berkata jujur dan kapan mulai “memoles cerita”.

Jaringannya di dunia pertambangan juga bukan main luasnya. Dari penambang, kolektor, sopir, pemilik warung kopi, hingga tokoh masyarakat, semuanya seolah punya nomor telepon Dani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!