Editor: Bangdoi Ahada
PANGKALPINANG, berita5.co.id — Kepala Sekolah SMAN 2 Pangkalpinang Drs Elfian Noviansyah berterimakasih atas pemberitaan dari media online, yang menginformasikan adanya dugaan “jual beli” bangku di SMA Negeri 2 Pangkalpinang pada proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2024 lalu.
Menanggapi pemberitaan tersebut, Elfian menyatakan bahwa penerimaan siswa baru di SMAN 2 Pangkalpinang sudah sesuai prosedur PPDB tahun 2024.
“Bismillah, Kami dari SMAN 2 Pangkalpinang telah berusaha melakukan proses menerima siswa sesuai dengan prosedur yang sudah ditetapkan,” ujar Elfian.
Dikatakannya, semua siswa yang masuk ke sekolah negeri di Pangkalpinang jadwalnya hampir sama dan semua sudah sesuai prosedur. Pihak sekolah hanya menerima siswa baru.
Mendapatkan informasi media terkait adanya dugaan penjualan “bangku sekolah” tersebut, Elfian mengaku sudah memanggil semua orang tua siswa untuk mengklarifikasi kabar tersebut.
“Alhamdulillah mereka siap untuk menghadapi bahwa tuduhan pihak-pihak luar itu tidak benar. Dan kami sebagai kepala sekolah juga menyatakan bahwa hal tersebut tidak benar. SMAN 2 Pangkalpinang menerima sesuai dengan prosedur dan aturan yang sudah ditentuhkan oleh Dinas Pendidikan Bangka Belitung,” ujarnya.
Salah satu orang tua siswa yang dikabarkan masuk belakangan ke SMAN 2 Pangkalpinang, Erick mengaku berterimakasih kepada pihak sekolah yang telah menerima anaknya menimba ilmu di sekolah tersebut.
Diakui erick saat PPDB, anaknya masuk Zona A dan berada di nomor urut 170.
Sementara sesuai qouta yang ada, untuk zona A jumlah siswa yang bisa masuk ke SMAN 2 Pangkalpinang sebanyak 169 siswa.
“Hanya selisih satu siswa saja. Anak saya di nomor 170, sedangkan yang diterima 169. Karenanya anak saya jadi cadangan. Pihak sekolah menyebutkan, jika ada yang batal masuk atau keluar, maka pihak sekolah akan memberitahu saya,” ujar Erick.
Dikatakan Erick, sekitar dua minggu kemudian Ia mendapatkan informasi bahwa ada satu kursi yang kosong, karena ada yang keluar.












