Berita

Jelajahi Jejak Rasa Palembang, dari Pempek hingga Pindang di Tepian Musi

×

Jelajahi Jejak Rasa Palembang, dari Pempek hingga Pindang di Tepian Musi

Sebarkan artikel ini

Editor: Doi Ahada

PALEMBANG, Berita5.co.id — Berkunjung ke Palembang rasanya belum lengkap jika belum menyempatkan diri berburu kuliner khasnya.

Kota yang dibelah Sungai Musi ini tidak hanya menawarkan panorama Jembatan Ampera dan pesona wisata sejarah, tetapi juga menyimpan kekayaan rasa yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Di Palembang, perjalanan wisata bisa dimulai dari sepiring pempek hangat, dilanjutkan semangkuk tekwan, mencicipi mie celor, hingga menikmati pindang patin dengan kuah kaya rempah.

Bagi wisatawan, kuliner bukan sekadar urusan mengisi perut. Setiap hidangan membawa cerita tentang masyarakat Palembang, sungai, tradisi, dan perjalanan panjang terbentuknya budaya kota ini.

Pempek, Ikon Rasa yang Tak Pernah Kehilangan Pesona

Nama Palembang hampir selalu identik dengan pempek.

Olahan ikan dan sagu ini hadir dalam berbagai bentuk dan karakter. Ada pempek kapal selam dengan telur di bagian tengah, lenjer, adaan, kulit hingga pempek keriting.

Namun, satu hal yang membuat pempek semakin istimewa adalah cuko.

Kuah berwarna gelap dengan cita rasa manis, asam dan pedas itu menjadi pasangan yang membuat pempek memiliki karakter tersendiri.

Bagi wisatawan yang baru pertama kali mencicipinya, sensasi rasa cuko sering kali menjadi pengalaman kuliner yang sulit dilupakan.

Menariknya, pempek juga cocok dijadikan oleh-oleh. Wisatawan dapat membawanya pulang sebagai buah tangan untuk keluarga maupun kerabat.

Menikmati Hangatnya Tekwan dan Model

Setelah pempek, perjalanan rasa bisa dilanjutkan dengan tekwan.

Semangkuk tekwan menghadirkan suasana yang berbeda. Kuahnya hangat dan gurih, dilengkapi potongan olahan ikan, jamur kuping, bengkuang, soun dan pelengkap lainnya.

Ada pula model, kuliner yang masih memiliki hubungan erat dengan keluarga pempek. Bedanya, model biasanya memiliki isian tahu dan disajikan dalam kuah yang gurih.

Menikmati tekwan atau model ketika pagi atau sore hari menjadi pilihan yang tepat, terutama saat ingin mencicipi kuliner tradisional dengan suasana yang lebih santai.

Pindang Patin, Sensasi Segar dari Dapur Palembang

Jika ingin merasakan kuliner yang lebih mengenyangkan, pindang patin layak masuk daftar.

Ikan patin yang lembut berpadu dengan kuah kaya rempah. Rasa gurih, pedas dan sedikit asam berpadu menjadi satu.

Bagi masyarakat Palembang, pindang bukan sekadar menu makanan. Hidangan ini telah menjadi bagian dari tradisi makan bersama dan identitas kuliner daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!