Penulis: Radak Babel
BANGKA, Berita5.co.id — Pengungkapan sekitar 8 ton pasir timah di Kabupaten Bangka yang sebelumnya dipresentasikan sebagai keberhasilan aparat dalam menggagalkan penyelundupan, kini memunculkan pertanyaan yang lebih besar.
Di balik kasus itu, muncul nama Nazir, sosok yang disebut mengetahui detail pergerakan timah dan bahkan mengakui bahwa barang yang diamankan diduga hanya dijadikan “tumbal”.
Tim Investigasi Radak Babel memperoleh informasi bahwa sebelum penangkapan dilakukan Satgas Tricakti pada Jumat (19/6/2026), sekitar pukul 10.00 WIB, telah terjadi pengiriman pasir timah lain yang diduga mencapai lima ton dan berhasil lolos dari pengawasan pada Sabtu (13/6/2026).
Rangkaian peristiwa itu memunculkan pertanyaan mendasar. Jika benar ada pengiriman sebelumnya yang lolos, mengapa aparat baru berhasil mengamankan pengiriman berikutnya?
Apakah operasi tersebut menyasar jaringan utama, atau hanya sebagian kecil dari mata rantai penyelundupan?
Di tengah berbagai pertanyaan itu, nama Nazir mencuat. Berdasarkan informasi yang dihimpun, ia diduga memiliki peran sebagai koordinator lapangan dalam aktivitas pengiriman timah tersebut.
Saat dikonfirmasi wartawan media ini mengenai dugaan keterlibatannya, Nazir tidak memberikan bantahan tegas. Sebaliknya, ia justru meminta agar persoalan tersebut tidak lagi diberitakan.
“Tolonglah jangan buat berita itu. Kasus itu sudah lama dan jangan libatkan oknum Satgas Edwin, karena satgas itulah yang bantu saya,” ujar Nazir.
Pernyataan tersebut menimbulkan tanda tanya baru. Mengapa Nazir menyebut nama salah satu oknum satgas secara spesifik? Apa bentuk bantuan yang dimaksud? Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pihak yang disebutkan.
Yang lebih mengejutkan, Nazir juga menyampaikan pengakuan yang mengarah pada dugaan adanya skenario di balik penangkapan 8 ton pasir timah tersebut.
“Sudah-sudahlah, jangan lagi. Itu cuma untuk tumbal. Timah itu punya orang luar yang kami jadikan tumbal itu,” kata Nazir.












