BELITUNG, Berita5.co.id — Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, H. Muhtar kembali menyerap aspirasi masyarakat dalam kegiatan reses Masa Sidang II Tahun Sidang 2026 yang digelar di Air Saga, Belitung. Berbagai persoalan masyarakat disampaikan secara langsung dalam dialog terbuka bersama warga.
Kegiatan tersebut turut dihadiri tokoh reformasi pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Forum Masyarakat Peduli Belitong serta masyarakat setempat yang antusias menyampaikan harapan dan kebutuhan daerah.
Dalam reses itu, warga menyoroti sejumlah persoalan mulai dari kerusakan jalan, kebutuhan perbaikan irigasi sawah, hingga kondisi Tugu Perjuangan Provinsi Babel yang dinilai kurang mendapat perhatian. Selain itu, masyarakat juga mengeluhkan berkurangnya tenaga guru honorer yang berdampak pada proses belajar mengajar di sekolah.
“Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah terhadap akses jalan dan pendidikan karena itu menyangkut kebutuhan masyarakat sehari-hari,” ujar salah satu warga saat dialog berlangsung.
Tak hanya itu, masyarakat juga menyinggung potensi logam tanah jarang di Belitung berdasarkan hasil penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional. Warga berharap kekayaan sumber daya alam tersebut dapat dikelola secara maksimal demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membuka peluang ekonomi baru bagi daerah.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, H. Muhtar menegaskan seluruh masukan masyarakat akan menjadi perhatian dan diperjuangkan di tingkat provinsi.
“Reses ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan secara langsung. Seluruh aspirasi yang disampaikan akan kami kawal dan perjuangkan agar dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah,” kata H. Muhtar.
Ia juga menegaskan DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berkomitmen mendorong pembangunan yang merata, terutama pada sektor infrastruktur, pendidikan dan pengelolaan potensi daerah demi kemajuan Belitung dan kesejahteraan masyarakat. (*/B5)
H. Muhtar Pastikan Aspirasi Warga Air Saga Dikawal ke Provinsi, Infrastruktur dan Pendidikan Jadi Prioritas












