Berita

Duta Genre Bangka Barat 2026 Jadi Panggung Prestasi dan Bukti Nyata Kinerja Pembina Remaja

163
×

Duta Genre Bangka Barat 2026 Jadi Panggung Prestasi dan Bukti Nyata Kinerja Pembina Remaja

Sebarkan artikel ini

Penulis: Belva Al Akhab dan Satrio

MENTOK, Berita5.co.id — Aula Gedung Batu Rakit Pemkab Bangka Barat pagi itu dipenuhi semangat remaja.

Seleksi Duta Genre Bangka Barat 2026 bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan panggung pembinaan karakter generasi muda yang dipimpin langsung Kepala DP3AP2KB Bangka Barat, Sarbudiono, S.Pd.

Figur yang dalam beberapa tahun terakhir dikenal konsisten mendorong edukasi remaja tentang pendidikan, keluarga berencana dan masa depan yang sehat.

Dengan salam hangat, Sarbudiono menegaskan bahwa kegiatan Genre adalah ruang aspirasi bagi generasi muda.

“Alhamdulillah, kegiatan Genre ini dalam rangka mencari atau menampung aspirasi generasi muda, kegiatan yang bermanfaat. Duta Genre ini kegiatan yang dilaksanakan secara nasional,” ujarnya.

Menurutnya, seleksi ini menjadi sarana menggali potensi pelajar SMA, SMK, dan MA agar tumbuh sebagai generasi berdaya.

Ia menekankan bahwa program Genre selaras dengan misi nasional pembangunan keluarga oleh BKKBN yang menempatkan remaja sebagai agen perubahan sosial.

Sarbudiono menegaskan bahwa dampak utama program Genre adalah membuka wawasan tentang pentingnya pendidikan.

“Lewat Genre, mereka jadi corong kita. Jangan sampai ada anak putus sekolah. Carilah ilmu setinggi-tingginya. Pemerintah membuka peluang seperti beasiswa, manfaatkan itu,” katanya.

Pernyataan ini sejalan dengan laporan UNICEF tentang pendidikan remaja Indonesia yang menekankan bahwa dukungan sosial dan kampanye komunitas menjadi faktor penting menekan angka putus sekolah.

Dalam perspektif kebijakan, semangat Sarbudiono juga sejalan dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang menekankan penguatan karakter pelajar melalui program pendidikan dan literasi sosial.

Bagi Sarbudiono, Duta Genre adalah garda terdepan menyuarakan bahaya pernikahan dini dan pergaulan bebas.

“Mereka membawa dampak positif untuk membangun generasi muda ke depan,” katanya.

Pesan ini relevan dengan revisi Undang‑Undang Perkawinan No.16 Tahun 2019 yang menaikkan batas usia pernikahan demi melindungi kesehatan dan pendidikan remaja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!