BANGKA TENGAH, Berita5.co.id — Senja di Perairan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, Rabu (29/7/2026), menjadi akhir dari sebuah operasi pencarian yang penuh harap sekaligus duka. Setelah dua hari berpacu dengan derasnya arus laut, Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan korban terakhir tenggelam dari KM Kenanga Indah, Rikky (22), sekaligus menandai berakhirnya operasi pencarian terhadap dua anak buah kapal yang hilang.
Korban ditemukan sekitar pukul 18.40 WIB dalam kondisi meninggal dunia, sekitar 13 nautical mile (NM) dari titik awal kejadian atau Last Known Position (LKP). Begitu ditemukan, jasad Rikky langsung dievakuasi menuju RSUD Bangka Tengah untuk proses lebih lanjut.
Penemuan itu sekaligus melengkapi proses evakuasi seluruh korban. Beberapa jam sebelumnya, Tim SAR Gabungan telah lebih dahulu menemukan M. Farhan (25) dalam kondisi meninggal dunia sekitar tiga nautical mile dari LKP.
Dengan ditemukannya kedua korban, operasi SAR resmi ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing. Dalam operasi tersebut, personel dari Unit Siaga SAR (USS) Toboali, Polsek Lubuk Besar, Satpolairud Polres Bangka Tengah, ABK KM Kenanga Indah, nelayan, hingga masyarakat sekitar bahu-membahu melakukan pencarian.
Peristiwa nahas itu bermula pada Senin (27/7/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Saat kapal berada di Perairan Lubuk Besar, Rikky yang sedang mandi di buritan kapal tiba-tiba terjatuh ke laut setelah kapal oleng diterpa arus.
Melihat rekannya tenggelam, M. Farhan tanpa ragu melompat ke laut untuk memberikan pertolongan. Namun derasnya arus justru menyeret keduanya hingga hilang dari pandangan awak kapal lainnya.












