Berita

Dr Zarril Hadirkan Khitanan Massal Gratis, Kerja Nyata Pelayanan Publik dari Ruang Medis hingga Akar Rumput Bangka Belitung

54
×

Dr Zarril Hadirkan Khitanan Massal Gratis, Kerja Nyata Pelayanan Publik dari Ruang Medis hingga Akar Rumput Bangka Belitung

Sebarkan artikel ini

MENTOK,  Berita5.co.id — Kepedulian terhadap kesehatan anak dan penguatan nilai kemanusiaan kembali diwujudkan secara konkret oleh Dr Zarril, dokter sekaligus Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, melalui kegiatan khitanan massal gratis di Rumah Qur’an Sarah Umar, Jalan Pejaksaan, Mentok, Kamis (25/12/2025).

Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan layanan medis, tetapi juga menegaskan praktik politik pelayanan yang bekerja langsung di tengah masyarakat tanpa jarak, tanpa simbolisme berlebihan.

Sebanyak 17 anak mengikuti khitanan massal ini.

Angka tersebut melampaui kuota aspirasi awal yang disiapkan Dr Zarril, yakni 10 anak.

Lonjakan peserta menjadi indikator kuat tingginya kepercayaan publik dan kebutuhan nyata masyarakat terhadap layanan kesehatan dasar yang mudah diakses dan manusiawi.

“Sebagai dokter dan sebagai anggota dewan, tentu saya sangat senang. Artinya masih ada orang-orang yang peduli. Kegiatan ini dibiayai oleh donatur. Saya tidak mengetahui siapa donaturnya, dan justru di situlah letak keindahan kepedulian yang tulus untuk masyarakat,” ujar Dr Zarril.

Pernyataan itu menegaskan satu hal penting bahwa kegiatan ini bukan seremoni politik, melainkan aksi kolaboratif yang digerakkan oleh empati sosial.

Di lapangan, Dr. Zarril tidak sekadar hadir sebagai inisiator, tetapi turun langsung menjalankan peran profesionalnya sebagai dokter sekaligus menguatkan legitimasi moralnya sebagai wakil rakyat.

Dr. Zarril menyebut kegiatan ini sebagai contoh kolaborasi ideal antara lembaga sosial keagamaan, tenaga medis, dan pemangku kebijakan.

Menurutnya, pola semacam ini harus direplikasi agar manfaatnya menjangkau lebih luas.

“Kolaborasi seperti ini perlu terus ditingkatkan. Dengan kolaborasi, kita bisa membuat daerah dan negeri ini menjadi lebih baik,” tegasnya.

Di balik layanan medis, pendekatan psikologis dan empatik menjadi kunci.

Dr. Zarril memahami bahwa ketakutan anak adalah tantangan utama dalam khitanan.

Karena itu, komunikasi jujur dengan bahasa sederhana menjadi bagian tak terpisahkan dari pelayanan.

“Kami dilatih untuk membuat pasien merasa senang terlebih dahulu. Anak-anak saya jelaskan dengan bahasa sederhana agar mereka tahu apa yang akan terjadi. Dengan begitu, ketakutan bisa dikelola,” jelasnya.

Hasilnya terlihat jelas. Rafi (8), salah satu peserta, mengaku ketakutannya hilang setelah mendapat penjelasan langsung.

“Awalnya takut, tapi kata dokter cuma kayak dicubit. Sekarang sudah nggak sakit. Senang, dapat hadiah,” ujarnya polos.
Adit (10) pun menyampaikan hal serupa, “Aku senang, dokternya baik. Sekarang mau cepat sembuh.”

Bagi para orang tua, kegiatan ini adalah bantuan nyata yang meringankan beban ekonomi sekaligus menghadirkan rasa dihargai.

“Kami sangat terbantu. Sunat itu biasanya mahal. Alhamdulillah dengan adanya Pak Dokter Zarril dan Rumah Qur’an ini, anak kami bisa sunat gratis dan pelayanannya bagus,” ungkap Siti Aminah, orang tua peserta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *