Editor: Bangdoi Ahada
BANGKA, Berita5.co.id — Polemik kasus pemukulan terhadap anggota Satgas Trisakti dan seorang wartawan di area aktivitas tambang kembali memanas.
Tuduhan bahwa insiden tersebut “dikondisikan” oleh perusahaan kini dibantah keras oleh pihak manajemen PT Putra Mineral Mandiri (PMM).
Penasihat Hukum PT PMM, Poltak Silitonga SH MH, menegaskan bahwa tudingan tersebut tidak berdasar dan bahkan dianggap sebagai fitnah serius terhadap perusahaan.
“Pernyataan yang menyebutkan bahwa pemukulan terhadap satgas dan wartawan sudah dikondisikan oleh pihak perusahaan adalah tidak benar. Itu fitnah yang sangat kejam,” kata Poltak dalam keterangannya.
Ia menyatakan, perusahaan sedang mempertimbangkan langkah hukum terhadap pihak-pihak yang dinilai menyebarkan tuduhan tersebut.
Kronologi Versi Perusahaan
Menurut penjelasan pihak perusahaan, insiden keributan itu disebut terjadi tanpa sepengetahuan manajemen.
Berdasarkan penelusuran internal dan keterangan sejumlah warga di sekitar lokasi, peristiwa tersebut dipicu oleh ketegangan yang telah lama terpendam di kalangan masyarakat.
Pihak perusahaan mengklaim bahwa masyarakat merasa aktivitas mereka selama ini terganggu oleh tindakan oknum yang mengaku sebagai Satgas Trisakti dan wartawan.
“Emosi masyarakat sudah lama terpendam karena mereka merasa terganggu saat mencari nafkah untuk keluarga,” ujar Poltak.
Keributan disebut bermula ketika sebuah truk pengangkut pasir milik warga pekerja tailing dihentikan oleh pihak yang mengaku sebagai satgas.
Sopir truk kemudian memberi tahu pemilik pasir, sehingga sejumlah warga datang ke lokasi untuk mempertanyakan alasan penyetopan kendaraan tersebut.
Dalam versi perusahaan, warga meminta petugas menunjukkan surat tugas. Namun, menurut pengakuan masyarakat, orang yang mengaku sebagai satgas tersebut tidak dapat memperlihatkan dokumen resmi.
Situasi semakin memanas ketika, menurut keterangan warga yang dikutip pihak perusahaan, di dalam mobil yang digunakan satgas ditemukan beberapa botol minuman keras.












