Bangka BaratBeritaEdukasiLokalNewsOrganisasiPemerintahanPendidikan

Dari Ruang Diskusi Menuju Sekolah yang Lebih Aman, SMPN 3 Mentok Bangun Pelayanan Pendidikan Berbasis Kepercayaan Publik

×

Dari Ruang Diskusi Menuju Sekolah yang Lebih Aman, SMPN 3 Mentok Bangun Pelayanan Pendidikan Berbasis Kepercayaan Publik

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT, Berita5.co.id – Pendidikan yang berkualitas tidak hanya lahir dari ruang kelas yang dipenuhi proses belajar mengajar. Ia juga tumbuh dari keterbukaan, dialog dan keberanian mendengarkan setiap suara yang datang dari orang tua, masyarakat, hingga para pemangku kepentingan. Kesadaran itulah yang mendorong SMP Negeri 3 Mentok menggelar Forum Diskusi Pelayanan Publik, Rabu (22/7/2026), sebagai upaya memperkuat mutu layanan pendidikan sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap tata kelola sekolah.

Forum yang berlangsung hangat itu menghadirkan berbagai unsur penting, di antaranya Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Bangka Barat sekaligus tokoh Muhammadiyah Bangka Barat, Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bangka Barat, Ketua Komite Sekolah, perwakilan orang tua siswa, serta jajaran guru dan tenaga kependidikan SMPN 3 Mentok.

Bagi Kepala SMPN 3 Mentok, Defi Nofalia, S.Pd., forum tersebut bukan sekadar agenda administratif. Lebih dari itu, menjadi ruang bersama untuk menyatukan harapan demi menghadirkan pelayanan pendidikan yang semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Pelayanan publik di bidang pendidikan tidak hanya sebatas proses belajar-mengajar di kelas, tetapi juga mencakup keterbukaan informasi, kenyamanan sarana-prasarana, serta komunikasi yang harmonis antara sekolah dan orang tua. Lewat forum diskusi ini, kami ingin memastikan layanan di SMPN 3 Mentok makin adaptif dan responsif,” ujar Defi.

Dalam forum tersebut, sekolah memaparkan tujuh layanan utama yang menjadi wajah pelayanan publik SMPN 3 Mentok, meliputi layanan informasi publik, pengaduan masyarakat, legalisasi ijazah, perizinan siswa, observasi dan penelitian, mutasi peserta didik, hingga pelayanan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Tidak hanya membahas pelayanan administrasi, diskusi juga menyoroti pentingnya pemanfaatan media digital sebagai sarana komunikasi antara sekolah dengan orang tua. Transparansi informasi mengenai kegiatan sekolah maupun perkembangan prestasi peserta didik dinilai menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bangka Barat, Teni Wahyuni, S.Pd., mendorong agar sekolah terus meningkatkan kualitas sarana dan prasarana. Menurutnya, lingkungan belajar yang nyaman akan menjadi fondasi penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang holistik dan menyenangkan bagi peserta didik.

Perspektif yang lebih luas juga disampaikan Kepala DP3AP2KB Kabupaten Bangka Barat, Sarbudiono, S.Pd., yang juga dikenal sebagai Tokoh Muhammadiyah Bangka Barat. Ia menilai pelayanan pendidikan pada era sekarang tidak cukup hanya berbicara mengenai capaian akademik, tetapi juga harus memastikan setiap anak memperoleh perlindungan selama berada di lingkungan sekolah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!