floating
Babel hari iniBangka BaratBangka BelitungEdukasiHiburanLifestyleLingkunganLokalNewsOrganisasi

Dari Kapong ke Masa Depan, Saat Tradisi Bertemu Visi Pembangunan di Kundi Bersatu

52
×

Dari Kapong ke Masa Depan, Saat Tradisi Bertemu Visi Pembangunan di Kundi Bersatu

Sebarkan artikel ini

KUNDI, Berita5.co.id — Pagi itu (Minggu, 24/08/2025), langit tampak bersih di atas Desa Kundi Bersatu. Angin berhembus lembut, membawa aroma masakan ketupat dan kue tradisional yang tersaji di meja panjang. Ratusan warga, tua-muda, berkumpul di satu titik: halaman luas tempat digelarnya Sedekah Kapong Kundi Bersatu 2025. Sebuah tradisi lama yang bukan sekadar ritual adat, tetapi kini menjadi panggung besar untuk menyulam kebersamaan, menyuarakan harapan, dan merajut masa depan.

Di tengah suasana yang hangat, satu per satu prosesi adat berlangsung. Doa bersama menandai pembukaan, disusul sambutan para tokoh. Namun, perhatian warga benar-benar tersedot ketika Bupati Bangka Barat, Markus, S.H., berdiri di podium. Dengan suara mantap, ia menyampaikan sesuatu yang berbeda: sebuah janji dan visi besar untuk Kundi dan Bangka Barat.

Bagi masyarakat Bangka Barat, Sedekah Kapong bukan sekadar syukuran pasca panen. Ia adalah simbol harmoni, gotong royong, dan pengikat persaudaraan. Di Kundi Bersatu, tradisi ini melibatkan tiga wilayah: Desa Kundi, Dusun Air Menduyung, dan Desa Bukit Terak. Tahun ini, tema yang diusung “Dari Tanah Jering Kita Beradat, di Negeri Sejiran Kita Bersatu” terasa begitu relevan, karena di balik acara budaya ini terselip makna persatuan dan ketahanan sosial.

Namun, makna Kapong tahun ini meluas. Ia bukan hanya bicara tentang warisan adat, melainkan tentang arah masa depan. Ketika Bupati Bangka Barat, Markus,S.H, naik panggung, suasana yang awalnya penuh nuansa adat berubah menjadi ruang dialog pembangunan.

“Bangka Barat harus bergerak maju. Kami akan menarik investor sebanyak mungkin untuk menggerakkan roda ekonomi. Dengan begitu, masyarakat kita akan lebih sejahtera,” ujar Markus dengan nada optimistis.

Bukan sekadar retorika, pernyataan ini datang dengan tekad nyata. Ia mencontohkan Kabupaten Morowali, yang dulu sunyi, namun kini menjadi salah satu kabupaten dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tinggi berkat masuknya investasi besar. “Morowali bisa menjadi contoh. Jika mereka bisa, kita juga bisa,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!