Penulis: Tama NH
PANGKALPINANG, berita5.co.id — Tiga orang terlihat sedang bergegas memindahkan jerigen dan tong plastik warna biru, yang diduga berisi minuman keras (miras) jenis arak di sebuah rumah di Jalan Denpasar Kelurahan Pasir Putih Kecamatan Rangkui Kota Pangkalpinang, pada Jumat (15/3/2024) sekitar pukul 05.30 WIB.
Aksi memindahkan jerigen dan tong plastik yang diduga berisi miras jenis arak ini, buntut dari pemberitaan pada Kamis (14/3/2024).
Disebutkan bahwa aktivitas pembuatan minuman arak ditemukan di Jalan Denpasar Kelurahan Pasir Putih Kecamatan Rangkui Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Pantauan media ini pada Rabu (13/3/2024), sebuah rumah di Kelurahan Pasir Putih ini memproduksi minuman jenis arak cukup besar.
Selain dari minuman arak yang sudah siap dipasarkan di dalam tujuh jerigen besar tersebut, terlihat juga sebuah dandang besar, yang digunakan untuk membuat arak.
Ada juga beberapa tong plastik besar warna hijau yang berisi miras jenis arak yang masih dalam proses fermentasi.
Miris memang, di tengah sebagian besar masyarakat Pangkalpinang sedang menjalankan ibadah puasa, justru ada oknum warga yang masih terus memproduksi arak di sebuah rumah di tengah pemukiman.
Meski sudah diberitakan, namun sayangnya aparat penegak hukum (APH) maupun Satpol PP Kota Pangkalpinang terkesan tidak tahu, atau membiarkan adanya aktivitas memproduksi minuman jenis arak tersebut.
Hingga Jumat (15/3/024) pagi, belum ada tindakan dari pihak kepolisian maupun Satpol PP untuk menindak tegas rumah produksi yang memproduksi minuman jenis arak.
Akibat gerak aparat hukum yang lambat tersebut, pada Jumat (15/3/2024), media ini melihat tiga orang yang salah satunya Candra yang disebut warga sekitar sebagai pemilik rumah produksi arak bergegas memindahkan jerigen, ember dan tong plastik berisikan arak.
Ketiga orang tersebut juga terlihat memindahkan dandang yang diduga sebagai wadah memasak bahan baku dan tong plastik sebagai wadah fermentasi arak ke luar dari rumah produksi arak.
Saat dikonfirmasi media ini, pemilik rumah produksi arak Candra menyangkal bahwa di rumah tersebut ada aktivitas membuat arak.
“Tidak jalan lagi, boleh masuk,” ucap Candra.
Sementara itu, salah satu warga Kelurahan Pasir Putih Aldi saat ditemui awak media yang tidak jauh dari rumah produksi pembuatan arak tersebut mengaku bingung, sebab di bulan yang suci ini masih saja adanya aktivitas tersebut.












