“Ini bukan hanya persoalan pemerintah, tetapi menjadi tantangan bersama yang harus ditangani secara serius,” katanya.
Prof Udin juga mengakui bahwa ancaman banjir masih kerap terjadi akibat sistem drainase yang belum optimal. Padahal, secara geografis Pangkalpinang berada di ketinggian sekitar 45 meter di atas permukaan laut.
Menurutnya, kondisi tersebut seharusnya bisa diminimalisir jika didukung dengan manajemen tata air yang baik. Ia pun mendorong agar Pangkalpinang dapat belajar dari negara maju dalam pengelolaan air.
“Kita bisa mencontoh bagaimana negara seperti Belanda mengelola sistem airnya dengan sangat baik,” ungkapnya.
Di akhir penyampaiannya, Prof Udin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga lingkungan dan tidak hanya menjadi penonton.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kita butuh keterlibatan masyarakat. Semua pihak harus menjadi bagian dari solusi dalam pembangunan kota ini,” tegasnya. (B5)












