Bangka BelitungBeritaEdukasiLingkunganLokalNasionalNewsPangkalpinangPemerintahan

Asisten II Pemkot Tekankan Kerjasama Atasi Persoalan Sampah Perumahan

103
×

Asisten II Pemkot Tekankan Kerjasama Atasi Persoalan Sampah Perumahan

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG, Berita5.co.id – Asisten II Bidang Perkonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota Pangkalpinang, Juhaini, menghadiri pembukaan Musda II DPD Pengembangan Indonesia Provinsi Bangka Belitung di Grand Sapran, Kamis (17/04/2025).

Juhaini mewakili Pj.Walikota Pangkalpinang menyebut siap mendukung program 3 juta rumah.Karena melalui program tersebut diharapkan bisa mengangkat perekonomian termasuk di Kota Pangkalpinang. Oleh karena itu Pemerintah Kota Pangkalpinang juga telah menerbitkan Peraturan Walikota (Perwali) tentang pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi keluarga masyarakat berpendapatan menengah atau rendah (MBR) yang sampai saat ini sudah mengeluarkan bagi sebanyak 13 kepala keluarga. Hal ini dilakukan dalam mendukung program nasional yang telah dicanangkan oleh presiden.

Ia berharap dengan terbentuknya kepengurusan Asosiasi Pengembang Indonesia Babel 2024 – 2029 ke depan akan semakin mampu meningkatkan sinergi yang lebih baik dengan pemerintah dalam mengatasi berbagai persoalan yang terjadi khususnya di Kota Pangkalpinang seperti persoalan persampahan dan lingkungan.

Karena dengan tumbuhnya pengembangan kawasan perumahan di Pangkalpinang maka otomatis juga akan menambah produksi sampah, sehingga Pemkot dan Pengembang diharapkan dapat sinergi.Yakni salah satunya setiap perumahan wajib menyiapkan Tempat Pengolahan Sampah ( TPS) supaya volume sampah yang dikirim ke Tempat Penampungan Sampah tidak terlalu besar.

“Kita ketahui bersama bahwa kita punya lahan 4,8 hektar, dan setiap hari harus menampung produksi sampah dan terus mengalami kenaikan, bahkan kini telah mencapai 53 meter kubik perhari terlebih sampah – sampah di hari besar juga akan ikut berperan menyumbang sampah kita semakin banyak.Dan inilah persoalan yang harus dipecahkan bersama-sama,” sebut Juhaini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *