Penulis: Belva Al Akhab, Satrio dan Guntur
BANGKA BARAT, Berita5.co.id — Sore itu, halaman perkantoran Pemerintah Kabupaten Bangka Barat tidak hanya dipenuhi rutinitas administrasi. Dari balik Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), kepulan asap membumbung, sementara api merambat di antara semak belukar yang mengering.
Kebakaran lahan belukar tersebut disinyalir mulai terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, Kamis (17/9/2026). Api disebut semakin membesar karena vegetasi di lokasi mudah terbakar.
Di tengah situasi itu, sejumlah pegawai Pemerintah Kabupaten Bangka Barat ikut bergerak membantu petugas pemadam kebakaran. Satpol PP, personel pemadam, dan unsur pemerintah daerah bahu-membahu berupaya menahan laju api agar tidak menjalar lebih jauh.
Bagi para pegawai, sore itu pekerjaan tidak berhenti pada berkas, meja dan ruang kantor. Ketika api muncul di lingkungan sendiri, tanggung jawab berubah menjadi tindakan untuk membantu mengamankan kawasan, mengarahkan penanganan dan memastikan kobaran tidak mendekati fasilitas pemerintahan.
“Kami melihat api semakin membesar, jadi kami ikut membantu petugas. Yang penting api jangan sampai menjalar ke kawasan kantor dan membahayakan pegawai maupun masyarakat,” ujar seorang pegawai Pemkab Bangka Barat yang ikut dalam aktivitas pemadaman.
Kutipan tersebut menggambarkan keterlibatan pegawai dalam situasi darurat. Namun, di balik kerja bersama itu, kebakaran juga menyisakan pertanyaan yang belum terjawab tentang bagaimana api bermula, mengapa cepat membesar dan seberapa siap kawasan perkantoran menghadapi ancaman kebakaran lahan.
Kobaran api tidak hanya membakar semak belukar. Kabel listrik di sekitar lokasi juga dilaporkan ikut terdampak. Situasi tersebut membuat masyarakat merasa cemas, mengingat keberadaan jaringan listrik di tengah area yang sedang terbakar.
Api, asap dan kabel listrik menciptakan risiko yang tidak dapat dianggap sepele. Penanganan tidak cukup hanya mengejar kobaran, tetapi juga harus memperhatikan keselamatan petugas dan warga yang berada di sekitar lokasi.
Seorang pegawai yang turut membantu pemadaman menggambarkan suasana tersebut sebagai situasi yang membutuhkan kehati-hatian.
“Kami juga khawatir karena ada kabel listrik yang ikut terbakar. Jadi, selain membantu memadamkan, kami harus memperhatikan keselamatan dan tidak sembarangan mendekati titik yang berisiko,” katanya.
Hingga sekitar pukul 16.00 WIB, api masih ditemukan di lokasi dan petugas masih berupaya melakukan pemadaman. Belum ada laporan kerugian material terhadap fasilitas Pemerintah Kabupaten Bangka Barat berdasarkan informasi lapangan yang tersedia.
Proses pemadaman masih menghadapi kendala persediaan air. Keterbatasan pasokan membuat petugas harus mengatur penggunaan air secara efektif agar penanganan dapat terus berlangsung.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa kebakaran lahan tidak selalu selesai hanya dengan kehadiran petugas dan peralatan. Ketersediaan air, akses menuju titik api, kondisi vegetasi, serta kemungkinan munculnya bara baru menjadi bagian penting dalam proses pemadaman.
“Kendala kami salah satunya persediaan air. Jadi pemadaman harus dilakukan bertahap, sambil memastikan titik api yang masih menyala bisa ditangani,” ujar pegawai tersebut.












