Dalam kesempatan reses, salah seorang siswa bernama Bagas juga menyampaikan aspirasinya mengenai persoalan sampah kota yang minim tempat pembuangan serta penerangan jalan yang belum optimal.
Selain itu, hadir pula perwakilan dari Dinas Tenaga Kerja Babel, Afrizal, yang mengingatkan pentingnya kesiapan lulusan SMA dalam menghadapi dunia kerja.
“Lowongan pekerjaan selalu di-update di website Disnaker. Lulusan SMA juga bisa ikut pelatihan otomotif, listrik, menjahit, dan lainnya di Balai Latihan Kerja provinsi,” jelasnya.
Sementara itu, Firdaus dari Biro Kesejahteraan Sosial Babel menegaskan bahwa Kesra memiliki program dana hibah untuk sarana prasarana olahraga, tempat ibadah, serta beasiswa.
“Kami hadir untuk siswa. Yang terpenting, hormati guru dan sayangi orang tua, karena dalam dunia pendidikan etika adalah yang utama,” tegasnya.
Reses ini diharapkan menjadi ruang komunikasi efektif antara sekolah, pemerintah, dan wakil rakyat agar kebutuhan pendidikan di SMA unggulan Babel tersebut bisa segera terwujud. (B5)












