Penulis: Doi Ahada
PANGKALPINANG, BERITA5.CO.ID — Di tengah hiruk-pikuk aktivitas pertambangan timah yang menjadi bagian penting dari sejarah dan kehidupan masyarakat Bangka Belitung, ada pekerjaan yang sering kali tidak terlihat di lapangan, tetapi memiliki peran penting.
Pekerjaan itu adalag menjaga dan merawat komunikasi internal dan eksternal dengan seluruh stakeholder di Bangka Belitung.
Di balik berbagai informasi mengenai aktivitas, program sosial, pemberdayaan masyarakat hingga komitmen lingkungan PT Timah Tbk, ada sosok yang selama ini bertahun-tahun menjalankan tugas tersebut dengan tekun. Namanya Anggi Siahaan.
Bagi kalangan pers di Bangka Belitung, nama Anggi bukanlah sosok asing. Ia dikenal sebagai salah satu figur yang cukup lama bergelut di bidang komunikasi perusahaan PT Timah Tbk.
Perjalanannya di dunia komunikasi korporasi bukan sesuatu yang singkat. Profil profesional Anggi mencatat pengalaman panjang di PT Timah, termasuk sebagai Corporate Communications Manager, pernah menangani bidang CSR dan PUMK, hingga kemudian dipercaya sebagai Corporate Communication dan spokesperson perusahaan.
Posisi itu menempatkannya pada ruang yang tidak sederhana. Di satu sisi, ia harus memastikan berbagai kebijakan dan kegiatan perusahaan dapat dipahami publik. Di sisi lain, ia juga harus mampu mendengar suara masyarakat, memahami dinamika daerah dan menjaga hubungan baik dengan insan pers.
Bukan Sekadar Menyampaikan Berita
Pekerjaan komunikasi perusahaan terkadang dianggap sederhana, yakni membuat siaran pers, memberikan keterangan kepada wartawan atau menyampaikan kegiatan perusahaan.
Namun bagi perusahaan sebesar PT Timah, komunikasi jauh lebih kompleks. PT Timah beroperasi di tengah masyarakat yang memiliki sejarah panjang dengan pertambangan.
Karena itu, setiap kebijakan perusahaan dapat bersinggungan dengan kepentingan ekonomi, sosial, lingkungan dan kehidupan masyarakat.
Dalam situasi seperti itu, komunikasi menjadi jembatan. Anggi dan timnya berada di salah satu sisi jembatan tersebut.
Ia menjadi salah satu wajah yang berusaha menjelaskan apa yang dilakukan perusahaan kepada publik, sekaligus menjaga agar hubungan antara PT Timah dengan media dan masyarakat tetap terbuka.
Peran itu terlihat dari aktivitasnya yang tidak hanya berbicara mengenai kegiatan bisnis perusahaan, tetapi juga banyak menyampaikan program sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Pada 2021, misalnya, Anggi menjelaskan bahwa program CSR PT Timah diarahkan untuk memanfaatkan potensi lokal dan kebutuhan masyarakat sehingga dapat memberikan dampak ekonomi.
Salah satu contoh yang disampaikan adalah pemberdayaan masyarakat melalui budidaya perikanan di lahan bekas tambang.
Pesan yang dibawanya jelas bahwa perusahaan tidak hanya berbicara mengenai produksi timah, tetapi juga tentang bagaimana keberadaan perusahaan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Mengawal Cerita tentang Masyarakat
Salah satu kekuatan Anggi dalam menjalankan fungsi komunikasi adalah kemampuannya membawa isu sosial perusahaan menjadi bagian dari komunikasi publik.
Berbagai program PT Timah seperti pemberdayaan UMKM, pendidikan, kesehatan, lingkungan, nelayan, masyarakat adat hingga rumah layak huni menjadi bagian dari informasi yang disampaikan kepada publik.
Pada 2022, misalnya, PT Timah melaporkan berbagai program pemberdayaan yang menyentuh sektor ekonomi masyarakat, pendidikan, kesehatan, lingkungan dan sosial.
Dalam pemberitaan tersebut, Anggi menekankan bahwa CSR bukan sekadar kewajiban perusahaan, tetapi merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan sebagai bagian dari masyarakat.
Cara pandang seperti itu penting. Sebab program sosial perusahaan tidak akan banyak berarti apabila masyarakat tidak mengetahui, tidak memahami dan tidak merasakan manfaatnya.
Di sinilah komunikasi menjadi bagian dari pekerjaan sosial itu sendiri. Anggi tidak berada di garis depan sebagai penerima manfaat.
Namun melalui komunikasi, ia membantu membawa cerita tentang masyarakat penerima manfaat tersebut ke ruang publik.
Dari CSR hingga Pemberdayaan
Perjalanan Anggi di PT Timah juga memperlihatkan bahwa dirinya tidak hanya memahami komunikasi dari sisi teori.
Sebelum fokus pada komunikasi korporasi, ia pernah menangani bidang CSR dan PUMK PT Timah.
Pengalaman tersebut membuatnya memiliki pemahaman lebih dekat mengenai program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan perusahaan.
Pengalaman itu pula yang kemudian tampak dalam cara ia menyampaikan berbagai program perusahaan.
Dalam sejumlah aktivitasnya, Anggi konsisten menekankan pentingnya program yang berkelanjutan, bukan sekadar bantuan sesaat.












