Penulis: RADAK
KOBA, Berita5.cp.id – Di balik geliat pembangunan dan berbagai agenda seremonial yang menghiasi Kabupaten Bangka Tengah, terselip kisah yang memunculkan pertanyaan besar mengenai efektivitas perlindungan sosial bagi kelompok paling rentan.
Seorang anak laki-laki berusia 6 tahun ditemukan mengalami gizi buruk dan hidup di rumah tanpa aliran listrik, memperlihatkan masih adanya warga yang belum sepenuhnya tersentuh layanan dasar.
Kasus tersebut mencuat setelah proses administrasi perpindahan domisili keluarga dilakukan.
Dari proses itu, petugas baru mengetahui bahwa pasangan berinisial K dan Y memiliki seorang anak dengan kondisi gizi buruk yang membutuhkan perhatian serius.
Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) di desa tempat keluarga tersebut kini tinggal menjelaskan bahwa keluarga itu merupakan pendatang baru.
Sebelumnya mereka berdomisili di desa lain sebelum akhirnya mengurus perpindahan administrasi kependudukan.
“Setelah mereka pindah dan mengurus administrasi, baru diketahui ada anak dengan kondisi gizi buruk,” ujar PSM, Rabu (23/7).
Temuan di lapangan memperlihatkan kondisi kehidupan keluarga yang memprihatinkan.
Rumah yang mereka tempati belum memiliki akses listrik sehingga aktivitas pada malam hari hanya mengandalkan penerangan seadanya.
Keterbatasan infrastruktur ini menambah panjang daftar persoalan yang dihadapi keluarga tersebut.
Informasi yang dihimpun menyebutkan keluarga itu baru masuk dalam daftar penerima bantuan pemasangan KWH listrik gratis pada tahun ini.












