Pemerhati publik asal Bangka Selatan, Rosidi. (Ist)
Penulis : Aditya
Editor: Bangdoi Ahada
BANGKASELATAN, Berita5.co.id — Aktivis sekaligus pemerhati publik asal Toboali, Bangka Selatan, Rosidi, kembali menggebrak panggung publik.
Dalam sebuah rapat Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (4/7/2025), ia hadir sebagai saksi pemberat terhadap anggota DPRD Babel, Ferry Jali, yang tengah diperiksa terkait dugaan pelanggaran etik dan penyalahgunaan kewenangan.
Dikonfirmasi okeyboz.com jejaring Tim Journalis Babel Bergerak ( Jobber) pada Sabtu (5/7/2025), Rosidi tidak bisa menahan diri untuk membuka fakta, yang sebelumnya ia simpan.
Rosidi membeberkan secara gamblang keterlibatannya dan bagaimana ia menjadi saksi dari serangkaian tindakan yang ia sebut sebagai bentuk intervensi politik untuk kepentingan bisnis pribadi oleh Ferry Jali.
“Saya hadir di rapat BK (Badan Kehormatan) sebagai saksi sejarah. Saya mendampingi Ferry saat sidang pertama di akhir 2024. Saat itu ia minta didampingi dengan dalih ingin mengklarifikasi soal kompensasi tambang yang dikeluhkan nelayan. Tapi ternyata, komisinya bukan urusan pertambangan. Jadi kenapa harus ikut campur? Ini sudah overlapping kewenangan,” kata Rosidi.
Menurut Rosidi, kasus ini tidak sederhana. Ia menyebut, Ferry telah melakukan intervensi kepada pejabat PT Timah, salah satunya Sigit, pejabat area wilayah selatan (ABS) Intervensi tersebut.
Kata Rosidi, awalnya dilakukan atas nama aspirasi masyarakat, namun belakangan terkuak bahwa terdapat kepentingan bisnis pribadi di baliknya.
“Tanggal 20 Februari 2025, Ferry nelpon saya, minta saya intervensi ke Pak Sigit. Bahkan Ferry sendiri marah-marah ke pejabat itu. Saya sempat tegur, ini bukan lagi advokasi rakyat, ini tekanan politik untuk kepentingan pribadi,” tegasnya.












